Elektabilitas Belum Aman, Capres Harus Pandai Pilih Cawapres
Tim langit 7
Sabtu, 06 Mei 2023 - 14:24 WIB
Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman
Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman mengungkapkan, Pilpres 2024 diprediksi diikuti tiga calon, yaitu Anies Baswedan (Nasdem), Ganjar Pranowo (PDIP) dan Prabowo Subianto (Gerindra).
Arif menyebut, sampai saat ini, elektabiliitas ketiga capres tersebut masih berimbang. Belum ada yang jauh menonjol. Ketiganya beda-beda tipis. Karenanya, tiga nama di atas harus mendapat cawapres yang tepat.
Menurutnya, ketiga capres tersebut harus pandai-pandai untuk mencari vigur cawapres. "Setidaknya ada tiga pertimbangan capres mencari cawapres pasangannya. Yaitu partai politik, eletorak dan cemistry," kaya Arif kepada Langit7.id, Jumat (5/5/2023) malam.
Baca juga:Inilah Sosok NU Tulen yang Layak Menjadi Cawapres
Pengamat politik dari Jogjakarta ini menambahkan, kebutuhan masing-masing capres terhadap cawapresnya tidak sama. Tergantung kebutuhan masing-masing. "Intinya cawapres yang akan digandeng harus bisa dan saling melengkapi kekurangan atau minusnya capres," tambahnya.
Arif menyontohkan capres Anies yang direpresentasikan dari kalangan religius kanan, maka harus menggandeng cawapres dari nasionalis. Begitu juga dengan Ganjar yang seorang nasionalis, abangan maka harus menggandeng cawapres kalangan religius.
Demikian juga Prabowo Subianto. Sama dengan Ganjar, Prabowo perlu menggandeng pasangan dari kalangan religius.
Arif menyebut, sampai saat ini, elektabiliitas ketiga capres tersebut masih berimbang. Belum ada yang jauh menonjol. Ketiganya beda-beda tipis. Karenanya, tiga nama di atas harus mendapat cawapres yang tepat.
Menurutnya, ketiga capres tersebut harus pandai-pandai untuk mencari vigur cawapres. "Setidaknya ada tiga pertimbangan capres mencari cawapres pasangannya. Yaitu partai politik, eletorak dan cemistry," kaya Arif kepada Langit7.id, Jumat (5/5/2023) malam.
Baca juga:Inilah Sosok NU Tulen yang Layak Menjadi Cawapres
Pengamat politik dari Jogjakarta ini menambahkan, kebutuhan masing-masing capres terhadap cawapresnya tidak sama. Tergantung kebutuhan masing-masing. "Intinya cawapres yang akan digandeng harus bisa dan saling melengkapi kekurangan atau minusnya capres," tambahnya.
Arif menyontohkan capres Anies yang direpresentasikan dari kalangan religius kanan, maka harus menggandeng cawapres dari nasionalis. Begitu juga dengan Ganjar yang seorang nasionalis, abangan maka harus menggandeng cawapres kalangan religius.
Demikian juga Prabowo Subianto. Sama dengan Ganjar, Prabowo perlu menggandeng pasangan dari kalangan religius.