Membaca Ayat Menyusui saja Berpahala, Apalagi Menyusui
Muhajirin
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Ilustrasi Ibu menyusui Foto: Langit7.id/Istock
Islam datang membawa solusi terhadap semua masalah kehidupan. Termasuk solusi bagi kekhawatiran orang tua jika tidak mampu menhidupi anak secara ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Henri Shalahuddin.
“Ada sekitar 146 ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang keluarga secara integral. Misalnya kita membaca ayat tentang menyusui anak, satu huruf diganjar pahala. Membaca saja ayatnya diganjar pahala, apalagi menyusui anak,” kata Ustadz Henri dalam webinar Ketahanan Keluarga Untuk Tingkatkan Ketahanan Negara melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Sabtu (28/8/2021).
Menurut Henri, keagungan ajaran Islam itu sekaligus menjawab alasan orang tua yang memilih childfree karena faktor ekonomi.
Setiap anak yang lahir di muka bumi, ia yakini, memiliki catatan rezekinya masing-masing. Dengan demikian, ekonomi lemah tak bisa dijadikan alasan untuk memilih childfree.
“Menikah itu bukan prestasi, punya anak bukan prestasi, tapi yang berprestasi itu adalah punya anak soleh-solehah,” ucap Ustadz Henri.
Dia mencontohkan Usamah bin Zaid ketika masih berumur 18 tahun, atau seumuran anak SMA saat ini. Ia dipercaya oleh Rasulullah SAW memimpin pasukan kaum muslimin ke Syam. Dalam pasukan itu banyak sahabat senior. Namun Rasulullah SAW melihat kualitas diri Usamah bin Zaid sehingga pantas mendapatkan amanah itu.
Pernyataan itu disampaikan peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Henri Shalahuddin.
“Ada sekitar 146 ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang keluarga secara integral. Misalnya kita membaca ayat tentang menyusui anak, satu huruf diganjar pahala. Membaca saja ayatnya diganjar pahala, apalagi menyusui anak,” kata Ustadz Henri dalam webinar Ketahanan Keluarga Untuk Tingkatkan Ketahanan Negara melalui kanal youtube MIUMI, dikutip Sabtu (28/8/2021).
Menurut Henri, keagungan ajaran Islam itu sekaligus menjawab alasan orang tua yang memilih childfree karena faktor ekonomi.
Setiap anak yang lahir di muka bumi, ia yakini, memiliki catatan rezekinya masing-masing. Dengan demikian, ekonomi lemah tak bisa dijadikan alasan untuk memilih childfree.
“Menikah itu bukan prestasi, punya anak bukan prestasi, tapi yang berprestasi itu adalah punya anak soleh-solehah,” ucap Ustadz Henri.
Dia mencontohkan Usamah bin Zaid ketika masih berumur 18 tahun, atau seumuran anak SMA saat ini. Ia dipercaya oleh Rasulullah SAW memimpin pasukan kaum muslimin ke Syam. Dalam pasukan itu banyak sahabat senior. Namun Rasulullah SAW melihat kualitas diri Usamah bin Zaid sehingga pantas mendapatkan amanah itu.