home global news

Paradigma Integratif, Solusi Kejar Ketertinggalan Diskursus Keilmuan di Dunia Islam

Rabu, 07 Juni 2023 - 05:00 WIB
ilustrasi
Pada abad pertengahan, peradaban Islam menjadi pioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya menguasai diskursus hukum dan ilmu sosial, umat Islam juga piawai dalam sains dan teknologi.

Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menilai, saat ini gairah pengembangan ilmu pengetahuan perlahan-lahan mulai meredup. Banyak faktor penyebab kemunduran tersebut yang bersifat kompleks.

Penyebab pertama, kemerosotan peradaban Islam dan kemunduran upaya pengembangan ilmu karena banyaknya pergerakan-pergerakan militer. Pergerakan militer itu meruntuhkan infrastruktur peradaban dan memusnahkan pusat-pusat riset. Pun menghilangkan peluang pengembangan iptek yang memerlukan kestabilan kondisi.

Invasi Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad, ibukota keagamaan dan peradaban Islam pada 1258 sangat berpengaruh terhadap kemunduran keilmuan di dunia Islam.

Baca juga:Survei ASI: Ali Masykur Musa Cawapres Potensial dari Tokoh NU Jatim

Begitu pula penaklukan Kerajaan Islam Granada pada 1492 melalui program reconquista di bawah Ferdinand II dan Isabella. Itu secara lambat laun mengakhiri dominasi peradaban keilmuan umat Islam sampai sekarang.

Selain invasi militer, Syamsul mengatakan, ketertinggalan Islam dalam bidang diskursus keilmuan merupakan konsekuensi dari kecelakaan sejarah di masa lampau. Madrasah Nizhamiyyah yang diprakarsai Dinasti Bani Saljuk dalam kebijakan kurikulumnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan, tidak mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan eksakta dan kealaman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dunia islam perubahan paradigma keilmuan islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya