AS Luncurkan Serangan Balasan ke ISIS-K di Afghanistan
Fajar adhitya
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 11:05 WIB
Ilustrasi peta Afghanistan yang kini mayoritas wilayah dikuasai Taliban. Foto: Langit7.id/iStock
Amerika Serikat meluncurkan serangan pesawat tak berawak pada Sabtu (28/8/2021) pagi ke ISIS-K di Afghanistan timur. Hal tersebut disampaikan langsung pejabat Komando Pusat AS (CENTCOM).
Anggota senior kelompok afiliasi Afghanistan dari kelompok teror Daesh/ISIS itu diyakini terlibat dalam mengorganisir serangan bom di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Ibu Kota Afghanistan baru-baru ini. Selama beberapa pekan, bandara tersebut dipadati ribuan orang yang berharap dapat meninggalkan Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Baca Juga:WHO: Persediaan Medis di Afghanistan Krisis, Sisa Hitungan Hari
"Serangan teror tersebut menewaskan sedikitnya 170 orang, termasuk 13 tentara AS," kata juru bicara CENTCOM Kapten Bill Urban.
Pada 15 Agustus, Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan, termasuk Kabul. Memaksa mantan presiden Ashraf Ghani dan sejumlah pejabat meninggalkan negara tersebut.
"Prioritas kami adalah menargetkan ISIS-K. Tidak ada laporan korban sipil sejauh ini," kata Urban, merujuk pada operasi kontrateror dengan drone di Provinsi Nangarhar.
Baca Juga:Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal Palestina
Anggota senior kelompok afiliasi Afghanistan dari kelompok teror Daesh/ISIS itu diyakini terlibat dalam mengorganisir serangan bom di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Ibu Kota Afghanistan baru-baru ini. Selama beberapa pekan, bandara tersebut dipadati ribuan orang yang berharap dapat meninggalkan Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Baca Juga:WHO: Persediaan Medis di Afghanistan Krisis, Sisa Hitungan Hari
"Serangan teror tersebut menewaskan sedikitnya 170 orang, termasuk 13 tentara AS," kata juru bicara CENTCOM Kapten Bill Urban.
Pada 15 Agustus, Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan, termasuk Kabul. Memaksa mantan presiden Ashraf Ghani dan sejumlah pejabat meninggalkan negara tersebut.
"Prioritas kami adalah menargetkan ISIS-K. Tidak ada laporan korban sipil sejauh ini," kata Urban, merujuk pada operasi kontrateror dengan drone di Provinsi Nangarhar.
Baca Juga:Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal Palestina