LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau 2.200 fasilitas kesehatan di 34 provinsi Afghanistan. Namun, mereka mengklaim hanya memiliki persediaan beberapa hari saja sementara Bandara Internasional Kabul tampaknya tak aman sebagai pintu gerbang setelah serangan teror.
Hal tersebut disampaikan salah satu pejabat WHO, Jumat (27/8/2021). Pada konferensi pers PBB, Direktur Darurat Regional WHO untuk Wilayah Mediterania Timur Dr Rick Brennan mengatakan, pasokan medis harus mulai didatangkan melalui Bandara Internasional Mazar-i-Sharif di utara Afghanistan.
Baca Juga: Spirit of Aqsa Perkuat Urusan Umat hingga Pemahaman Soal PalestinaPada konferensi pers yang sama, Juru Bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Rupert Colville mengutuk serangan teror pada, Kamis (26/8/2021) di sekitar Bandara Kabul oleh kelompok teroris ISIS. Aksi teror tersebut sedikitnya menewaskan 170 orang.
"Serangan teroris di bandara Kabul kemarin adalah insiden yang mengerikan," kata Colville.
"Serangan itu jelas bertujuan untuk membunuh dan melukai sebanyak mungkin orang warga sipil, anak-anak, wanita, ayah, ibu, serta Taliban, dan pasukan asing yang melindungi bandara," tuturnya.
Baca Juga: Lansia Perlu Perhatian Lebih saat Pandemi Covid-19Brennan mengatakan bahwa ada beberapa kendala keamanan dan logistik di bandara Kabul. Dia juga menjelaskan bahwa bandara Kabul bukanlah pilihan untuk membawa pasokan kemanusiaan pada tahap sekarang ini.
"Kami berharap dapat membawa lebih banyak pasokan dalam beberapa hari mendatang dengan dukungan dari pemerintah Pakistan," ujarnya.
(asf)