Reaksi Pesepakbola Muslim dan Fans atas Insiden Pembakaran Alquran di Swedia
Muhajirin
Rabu, 05 Juli 2023 - 07:15 WIB
Wasit, pemain, dan penggemar dalam pertandingan sepak bola Liga Irak mengangkat mushaf Al-Quran sebagai protes terhadap insiden pembakaran kitab suci di Swedia
Wasit, pemain, dan penggemar dalam pertandingan sepak bola Liga Irak mengangkat mushaf Al-Qur'an sebagai protes terhadap insiden pembakaran kitab suci di Swedia. Insiden tersebut telah memicu kemarahan dan kecaman di seluruh dunia.
Dalam sebuah pertandingang yang mempertemukan Al-Shorta dan Al-Qasim, tampak pemain sampai penonton memegang Al-Qur’an. Aksi itu dilakukan di tengah salju yang penuh gairah dan cinta. Tampak pula para penggemar memeluk erat dan Mencium mushaf Al-Qur’an.
Mengutip Aaj News, banyak penggemar mengikuti aksi mulia tersebut, memegang salinan Al-Qur'an. Sekelompok penggemar juga mengangkat spanduk bertuliskan: "Al-Qur'an adalah hukum abadi kami, dan mempertahankannya adalah wajib bagi setiap Muslim."
Tindakan protes yang luar biasa ini terjadi setelah insiden provokatif yang terjadi di Swedia, ketika seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai pengungsi dari Irak membakar sebuah Alquran di luar masjid pusat di Stockholm.
Baca juga:Fadli Zon Kembali Mengecam Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia
Insiden tersebut, jelas disetujui oleh otoritas Swedia, telah memicu kemarahan kecaman dan protes di seluruh dunia Arab dan Muslim, dengan beberapa negara termasuk Irak, Turki, UEA, Yordania dan Iran memanggil duta besar Swedia.
Uni Eropa juga mengutuk pembakaran Alquran sebagai tindakan ofensif, tidak sopan, dan jelas merupakan tindakan provokasi. Simbolisme yang kuat dari protes tersebut telah menjadi berita utama di media Irak dan akhirnya menjadi viral di media sosial.
Dalam sebuah pertandingang yang mempertemukan Al-Shorta dan Al-Qasim, tampak pemain sampai penonton memegang Al-Qur’an. Aksi itu dilakukan di tengah salju yang penuh gairah dan cinta. Tampak pula para penggemar memeluk erat dan Mencium mushaf Al-Qur’an.
Mengutip Aaj News, banyak penggemar mengikuti aksi mulia tersebut, memegang salinan Al-Qur'an. Sekelompok penggemar juga mengangkat spanduk bertuliskan: "Al-Qur'an adalah hukum abadi kami, dan mempertahankannya adalah wajib bagi setiap Muslim."
Tindakan protes yang luar biasa ini terjadi setelah insiden provokatif yang terjadi di Swedia, ketika seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai pengungsi dari Irak membakar sebuah Alquran di luar masjid pusat di Stockholm.
Baca juga:Fadli Zon Kembali Mengecam Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia
Insiden tersebut, jelas disetujui oleh otoritas Swedia, telah memicu kemarahan kecaman dan protes di seluruh dunia Arab dan Muslim, dengan beberapa negara termasuk Irak, Turki, UEA, Yordania dan Iran memanggil duta besar Swedia.
Uni Eropa juga mengutuk pembakaran Alquran sebagai tindakan ofensif, tidak sopan, dan jelas merupakan tindakan provokasi. Simbolisme yang kuat dari protes tersebut telah menjadi berita utama di media Irak dan akhirnya menjadi viral di media sosial.