Era Sudah Berubah, Lembaga Pendidikan Harus Manfaatkan Perkembangan Iptek
Muhajirin
Rabu, 12 Juli 2023 - 13:12 WIB
Lembaga pendidikan harus memanfaatkan perkembangan Iptek.Foto/ilustrasi
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta lembaga pendidikan untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Perkembangan tersebut membuka peluang dan tantangan baru bagi dunia pendidikan, bahkan dunia usia di Indonesia.
Banyak sektor usaha yang bisa berkembang pesat karena memanfaatkan kemajuan Iptek. Namun, tidak sedikit sektor usaha yang bangkrut karena tidak bisa memanfaatkan kemajuan tersebut. Maka itu, lembaga pendidikan harus bertindak aktif membantu masyarakat beradaptasi menghadapi perubahan dan kemajuan Iptek yang sedemikian pesat.
"Era digital telah mempengaruhi perilaku konsumen dan membawa perubahan dalam banyak sektor, termasuk dunia usaha," kaa Anwar melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/7/2023).
Anwar Abbas mencontohkan dampak dari disrupsi tersebut. Misalnya, pergeseran konsumen dari pusat pertokoan tradisional ke marketplace atau layanan taksi dan ojek offline ke layanan berbasis online.
Baca juga:ITS Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah
Sejauh ini sudah ada 30 lebih perusahaan taksi yang tutup karena kehadiran layanan ojek online yang memanfaatkan teknologi internet dan aplikasi smartphone. Kondisi serupa juga terjadi pada lembaga keuangan seperti bank dan koperasi yang tergantikan oleh fintech dan branchless bank.
"Maka, kalau kita tidak beradaptasi, kampus-kampus dan mal-mal kita mungkin hanya akan menjadi sarang burung walet (kalah saing)," ucap Anwar Abbas berpesan.
Banyak sektor usaha yang bisa berkembang pesat karena memanfaatkan kemajuan Iptek. Namun, tidak sedikit sektor usaha yang bangkrut karena tidak bisa memanfaatkan kemajuan tersebut. Maka itu, lembaga pendidikan harus bertindak aktif membantu masyarakat beradaptasi menghadapi perubahan dan kemajuan Iptek yang sedemikian pesat.
"Era digital telah mempengaruhi perilaku konsumen dan membawa perubahan dalam banyak sektor, termasuk dunia usaha," kaa Anwar melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/7/2023).
Anwar Abbas mencontohkan dampak dari disrupsi tersebut. Misalnya, pergeseran konsumen dari pusat pertokoan tradisional ke marketplace atau layanan taksi dan ojek offline ke layanan berbasis online.
Baca juga:ITS Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah
Sejauh ini sudah ada 30 lebih perusahaan taksi yang tutup karena kehadiran layanan ojek online yang memanfaatkan teknologi internet dan aplikasi smartphone. Kondisi serupa juga terjadi pada lembaga keuangan seperti bank dan koperasi yang tergantikan oleh fintech dan branchless bank.
"Maka, kalau kita tidak beradaptasi, kampus-kampus dan mal-mal kita mungkin hanya akan menjadi sarang burung walet (kalah saing)," ucap Anwar Abbas berpesan.