LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta
lembaga pendidikan untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Perkembangan tersebut membuka peluang dan tantangan baru bagi dunia pendidikan, bahkan dunia usia di Indonesia.
Banyak sektor usaha yang bisa berkembang pesat karena memanfaatkan kemajuan Iptek. Namun, tidak sedikit sektor usaha yang bangkrut karena tidak bisa memanfaatkan kemajuan tersebut. Maka itu, lembaga pendidikan harus bertindak aktif membantu masyarakat beradaptasi menghadapi perubahan dan kemajuan Iptek yang sedemikian pesat.
"Era digital telah mempengaruhi perilaku konsumen dan membawa perubahan dalam banyak sektor, termasuk dunia usaha," kaa Anwar melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/7/2023).
Anwar Abbas mencontohkan dampak dari disrupsi tersebut. Misalnya, pergeseran konsumen dari pusat pertokoan tradisional ke marketplace atau layanan taksi dan ojek offline ke layanan berbasis online.
Baca juga:
ITS Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Huruf HijaiyahSejauh ini sudah ada 30 lebih perusahaan taksi yang tutup karena kehadiran layanan ojek online yang memanfaatkan teknologi internet dan aplikasi smartphone. Kondisi serupa juga terjadi pada lembaga keuangan seperti bank dan koperasi yang tergantikan oleh fintech dan branchless bank.
"Maka, kalau kita tidak beradaptasi, kampus-kampus dan mal-mal kita mungkin hanya akan menjadi sarang burung walet (kalah saing)," ucap Anwar Abbas berpesan.
Dia menegaskan, sektor pendidikan memagang kunci strategis atas perubahan tersebut. Lembaga pendidikan diharapkan bisa membentuk lulusan yang selain berbudi luhur, juga memiliki kemampuan instrumental yang cakap.
"Dunia usaha saat ini dan ke depan akan sangat membutuhkan kompetensi dan integritas yang mumpuni dari pelamar. Mereka diharapkan tidak hanya dapat membantu perusahaan bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang," ungkap Anwar.
Urgensi dunia pendidikan untuk beradaptasi selaras dengan persaingan global yang semakin ketat. Maka itu, lulusan yang kreatif, inovatif, dan memiliki integritas tinggi sangat dibutuhkan untuk memajukan Indonesia.
Dengan adaptasi dan inovasi, sektor pendidikan dan usaha di Indonesia diharapkan bisa berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang aman, tentram, damai, sejahtera, dan bahagia. Dengan kolaborasi, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan perubahan itu sebagai peluang untuk berkembang dan maju.
"Diharapkan dunia pendidikan kita akan bisa melahirkan lulusan-lulusan yang kreatif dan inovatif serta memiliki integritas yang tinggi. Ini penting dilakukan secara simultan untuk mendorong akselerasi agar negeri ini bisa menjadi negeri yang maju, yang diperhitungkan oleh dunia," ungkap Anwar Abbas.

(ori)