Jawaban Jenaka Syekh Assim Tanggapi Isu Islamophobia di Barat
Muhajirin
Selasa, 18 Juli 2023 - 13:30 WIB
Ulama asal Mekkah, Arab Saudi, Syekh Assim Al-Hakeem, melakukan perjalanan dakwah ke Indonesia
Ulama asal Mekkah, Arab Saudi, Syekh Assim Al-Hakeem, melakukan perjalanan dakwah ke Indonesia. Sarjana studi Islam dari Universitas King Abdul-Aziz dan Universitas Umm al-Qura Mekkah itu dikenal sebagai ulama jenaka dan populer dalam serial dakwah di Huda TV dan Peace TV.
Syekh Assim mengisi Tablig Akbar dengan tema "Islam in the Globalozed World: Encountering Islamophobia" di Masjid At-Tanwir dan disiarkan secara daring melalui TvMu. Selain menjadi penceramah, dia juga merupakan imam sebuah masjid di Jeddah sejak 10 tahun terakhir.
Dalam Tablig Akbar tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan atas kesulitan yang dialami umat Islam di dunia dalam menghadapi serangan Islamophobia. Dia mencontohkan pembakaran mushaf Al-Qur'an di Swedia pada akhir Juni 2023.
Saat menjawab keprihatinan Anwar Abbas, Syekh Assim menyebut jika fenomena Islamophobia sudah ada sejak 2005 di penjara Guantanamo. Hal itu merupakan metode untuk memancing kemarahan umat Islam. Hal itu lalu berlanjut dengan motif serupa di berbagai dunia Barat.
Baca juga:Pelajaran Parenting Keluarga Imran, Doakan dan Dekatkan Anak ke Masjid
Menurut dia, umat Islam sebenarnya tidak masalah dengan ketidaksukaan umat lain terhadap Islam. Namun dalam perkembangannya, phobia terhadap Islam telah naik level menjadi kebencian dan sikap agresif.
Dia menyoroti sikap Barat yang selalu bersikap hipokrit dan standar ganda dengan berlindung di balik gagasan kebebasan berpendapat (fredoom of specch). Padahal, bila umat muslim membahas holocaust ataupun bahaya LGBT, maka Barat akan memprotes sebagai hal yang keluar dari gagasan kebebasan berpendapat.
Syekh Assim mengisi Tablig Akbar dengan tema "Islam in the Globalozed World: Encountering Islamophobia" di Masjid At-Tanwir dan disiarkan secara daring melalui TvMu. Selain menjadi penceramah, dia juga merupakan imam sebuah masjid di Jeddah sejak 10 tahun terakhir.
Dalam Tablig Akbar tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan atas kesulitan yang dialami umat Islam di dunia dalam menghadapi serangan Islamophobia. Dia mencontohkan pembakaran mushaf Al-Qur'an di Swedia pada akhir Juni 2023.
Saat menjawab keprihatinan Anwar Abbas, Syekh Assim menyebut jika fenomena Islamophobia sudah ada sejak 2005 di penjara Guantanamo. Hal itu merupakan metode untuk memancing kemarahan umat Islam. Hal itu lalu berlanjut dengan motif serupa di berbagai dunia Barat.
Baca juga:Pelajaran Parenting Keluarga Imran, Doakan dan Dekatkan Anak ke Masjid
Menurut dia, umat Islam sebenarnya tidak masalah dengan ketidaksukaan umat lain terhadap Islam. Namun dalam perkembangannya, phobia terhadap Islam telah naik level menjadi kebencian dan sikap agresif.
Dia menyoroti sikap Barat yang selalu bersikap hipokrit dan standar ganda dengan berlindung di balik gagasan kebebasan berpendapat (fredoom of specch). Padahal, bila umat muslim membahas holocaust ataupun bahaya LGBT, maka Barat akan memprotes sebagai hal yang keluar dari gagasan kebebasan berpendapat.