Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Jawaban Jenaka Syekh Assim Tanggapi Isu Islamophobia di Barat

Muhajirin Selasa, 18 Juli 2023 - 13:30 WIB
Jawaban Jenaka Syekh Assim Tanggapi Isu Islamophobia di Barat
Ulama asal Mekkah, Arab Saudi, Syekh Assim Al-Hakeem, melakukan perjalanan dakwah ke Indonesia
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ulama asal Mekkah, Arab Saudi, Syekh Assim Al-Hakeem, melakukan perjalanan dakwah ke Indonesia. Sarjana studi Islam dari Universitas King Abdul-Aziz dan Universitas Umm al-Qura Mekkah itu dikenal sebagai ulama jenaka dan populer dalam serial dakwah di Huda TV dan Peace TV.

Syekh Assim mengisi Tablig Akbar dengan tema "Islam in the Globalozed World: Encountering Islamophobia" di Masjid At-Tanwir dan disiarkan secara daring melalui TvMu. Selain menjadi penceramah, dia juga merupakan imam sebuah masjid di Jeddah sejak 10 tahun terakhir.

Dalam Tablig Akbar tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan atas kesulitan yang dialami umat Islam di dunia dalam menghadapi serangan Islamophobia. Dia mencontohkan pembakaran mushaf Al-Qur'an di Swedia pada akhir Juni 2023.

Saat menjawab keprihatinan Anwar Abbas, Syekh Assim menyebut jika fenomena Islamophobia sudah ada sejak 2005 di penjara Guantanamo. Hal itu merupakan metode untuk memancing kemarahan umat Islam. Hal itu lalu berlanjut dengan motif serupa di berbagai dunia Barat.

Baca juga:Pelajaran Parenting Keluarga Imran, Doakan dan Dekatkan Anak ke Masjid

Menurut dia, umat Islam sebenarnya tidak masalah dengan ketidaksukaan umat lain terhadap Islam. Namun dalam perkembangannya, phobia terhadap Islam telah naik level menjadi kebencian dan sikap agresif.

Dia menyoroti sikap Barat yang selalu bersikap hipokrit dan standar ganda dengan berlindung di balik gagasan kebebasan berpendapat (fredoom of specch). Padahal, bila umat muslim membahas holocaust ataupun bahaya LGBT, maka Barat akan memprotes sebagai hal yang keluar dari gagasan kebebasan berpendapat.

Agresivitas dan kebencian itu salah satunya dipicu oleh kebangkitan negara-negara muslim yang dulu pernah dijajah oleh Barat. Negara-negara itu merdeka dan mandiri lalu beranjak kuat bahkan menyaingi Barat.

Atas semua itu, Syekh Assim bersyukur umat muslim memberikan respon secara elegan atas perbuatan yang menyakiti hati umat Islam. Umat muslim tidak membalas serangan Islamophobia dengan perlakuan serupa.

"Apakah Anda pernah melihat muslim membakar bible? tidak pernah, karena kami beradab," ucapnya. Dia mengutip Surah Al-An'am ayat 108 yang berisi larangan untuk menghina iman agama lain.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al-An'am: 108)

Menurut Syekh Assim, umat Islam memiliki adab yang sangat tinggi. Umat Islam tidak seperti umat lain yang berani melecehkan kepercayaan kaum muslimin. Bahkan, umat Islam membalas perlakuan mereka dengan cara elegan, seperti Kuwati yang merespon pembakaran Al-Qur'an dengan mencetak 100 ribu mushaf Al-Qur'an terjemahan dalam bahasa Swedia.

"Jadi, Islam adalah agama yang sangat tinggi dan berperadaban. Tidak seperti mereka. Sehingga, ketika mereka nanti membaca (Al-Qur'an), itu bisa jadi hidayah mereka kepada Islam," ucapnya.

Dia berpesan, respon terhadap para penistia yang paling ideal adalah tidak melayani pancingan mereka. Selain itu, respon terbaik selanjutnya adalah menunjukkan jati diri sebagai seorang muslim sejati yang mengamalkan karakter unggul Islami seperti disiplin, jujur, amanah, dan ahlak mulia.

"Cara terbaik melawan agresi ini adalah dengan dakwah. Muhammadiyah telah memberi dakwah. Ini adalah tugas Muhammadiyah," ujar Syekh Assim.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)