Ikuti Cara Nabi Berbisnis, Jalan Menuju Pedagang Kaya
Mahmuda attar hussein
Ahad, 29 Agustus 2021 - 20:42 WIB
Ilustrasi enterpreuner muslim sukses yang ikuti cara nabi berbisnis. Foto: Langit7.id/iStock
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai orang yang sukses dalam urusan perdagangan. Sebagai pedagang, Nabi kerap kali dipercaya dan disukai banyak orang sehingga bisnisnya berkembang pesat dan mengalahkan kompetitornya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengatakan, sebagai suri tauladan, sudah seharusnya bagi pebisnis muslim mengikuti apa yang dilakukan Nabi, terutama dalam bisnis. Selain mendapatkan keuntungan dunia, dengan menjalankan sunnah Nabi untuk urusan muamalah juga menjadikan manfaatnya bisa didapatkan sebagai bekal akhirat.
Inilah beberapa hal yang dilakukan Nabi dan bisa diterapkan oleh pebisnis muslim untuk meraih kesuksesan, di antaranya yakni:
Terpercaya
Cholil mengatakan, ada dua hal yang dalam urusan bisnis perlu diperhatikan, yakni modal sosial dan modal uang, atau yang biasa disebut sebagai social capital dan financial capital.
"Social capital inilah yang berada di atas financial capital. Ini yang dinamakan sebagai kepercayaan, seperti yang dicontohkan Nabi hingga ia disebut sebagai Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya," ujarnya di Webinar Muhammad Sebagai Pedagang, Ahad (29/8/2021).
Dalam praktik bisnis saat ini, kolaborasi akan terwujud jika masing-masing pihak mampu untuk saling percaya. Menurutnya, ketika rasa saling percaya sudah terbentuk, maka akan mudah dalam hal interaksi bisnis selanjutnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengatakan, sebagai suri tauladan, sudah seharusnya bagi pebisnis muslim mengikuti apa yang dilakukan Nabi, terutama dalam bisnis. Selain mendapatkan keuntungan dunia, dengan menjalankan sunnah Nabi untuk urusan muamalah juga menjadikan manfaatnya bisa didapatkan sebagai bekal akhirat.
Inilah beberapa hal yang dilakukan Nabi dan bisa diterapkan oleh pebisnis muslim untuk meraih kesuksesan, di antaranya yakni:
Terpercaya
Cholil mengatakan, ada dua hal yang dalam urusan bisnis perlu diperhatikan, yakni modal sosial dan modal uang, atau yang biasa disebut sebagai social capital dan financial capital.
"Social capital inilah yang berada di atas financial capital. Ini yang dinamakan sebagai kepercayaan, seperti yang dicontohkan Nabi hingga ia disebut sebagai Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya," ujarnya di Webinar Muhammad Sebagai Pedagang, Ahad (29/8/2021).
Dalam praktik bisnis saat ini, kolaborasi akan terwujud jika masing-masing pihak mampu untuk saling percaya. Menurutnya, ketika rasa saling percaya sudah terbentuk, maka akan mudah dalam hal interaksi bisnis selanjutnya.