home masjid

Marak Dikampanyekan di Era Digital, Begini Batasan Self Love dalam Islam

Selasa, 25 Juli 2023 - 15:30 WIB
Ustadz Ismail Al-Alam menerangkan, budaya digital memberikan banyak pandangan tentang realitas.
Ustadz Ismail Al-'Alam menerangkan, budaya digital memberikan banyak pandangan tentang realitas. Termasuk realitas diri seperti kampanye self love yang dilakukan korporasi, selebritas, influencer, dan media populer.

Self love adalah suatu keadaan penghargaan terhadap diri sendiri yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Dari defenisi itu, Ismail lalu menguraikan dampak kampanye self love terhadap pribadi seorang muslim.

Ismail menjelaskan, untuk memahami dampak self love perlu kerangka pemikiran yang kokoh mengenai tiga hal. Pertama, memahami hakikat manusia dalam Islam (Al-Insan). Kedua, hakikat perbuata manusia dalam Islam.

"Ketiga, memahami self love lebih luas seperti dari sudut pandang kebudayaan kontemporer-hedonisme, etika individual, dan subjek neoliberal," kata Ismail dalam kajian yang diadakan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) secara daring, dikutip Selasa (25/7/2023).

Baca juga:Santri Didorong Manfaatkan Teknologi Digital Guna Ciptakan Peluang Usaha

Dari kerangkat berpikir itu, self love dapat mengacaukan pengenalan atas hakikat diri. Ketika seseorang tidak mengenal diri akan mengaburkan pengenalan kepada Allah SWT. Ismail menyebut, hakikat manusia dalam Islam adalah sebagai 'alam, makhluk, abd', dan insan, yang tak lepas dari izin dan karunia Allah.

Ismail menekankan, self love bukan ajaran Islam. Kampanye yang lahir dari tradisi Barat tersebut berangkat dari antroposentrisme. Sehingga, jauh dari ajaran Islam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya