Malam Hijrah yang Menegangkan Itu (1)
Tim langit 7
Rabu, 26 Juli 2023 - 03:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Hijrah menjadi sangat penting dalam rentetan peristiwa sejarah Islam. Hal itu karena Hijrah menjadi simbol kebangkitan Islam secara komunal (jama’i). Sehingga wajar saja jika Kalender Islam dimulai dengan peristiwa Hijrah. Walaupun Hijrahnya Rasul tidak terjadi di awal bulan Muharram. Justeru sebagian mengkalkulasi dan menyimpulkan jika Hijrah Rasul justeru terjadi pada sekitar bulan Safar.
Kali ini yang ingin saya gambarkan sedikit adalah situasi dua malam pertama Hijrah Rasulullah yang sangat menegangkan itu. Malam keluarnya Rasulullah dari rumahnya. Dan satu malam sebelumnya. Dua malam ini adalah malam yang menegangkan. Selain tentunya, menurut para Ulama, 8 atau 9 hari/malam perjalanan ditambah 2 malam di gua Tsur itu.
Di Kamis malam itu, menurut Ibn Ishak, para Kepala suku Mekah minus Abu Lahab dari suku Hashim dan Abi Hatim mengadakan pertemuan yang sangat rahasia. Abu Lahab tidak diundang karena bagaimanapun juga pastinya sebagai sesama suku dia akan menolak untuk kemenakannya (Muhammad) dieksekusi. Sementara Abi Hatim tidak diundang karena dia yang telah menjamin Rasulullah tetap tinggal di Mekah sejak tekanan-tekanan musuhnya semakin menjadi-jadi pasca kematian Paman (Abu Tholib) dan isterinya Khadijah (RA).
Pertemuan ekstra rahasia itu dipimpin oleh Abu Jahal. Sesaat menjelang pertemuan dimulai tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang. Di saat pintu dibuka nampak seseorang yang sudah tua berdiri di depan pintu. Ketika ditanya siapa gerangan orang itu, dia menjawab: “saya fulan dari Nejed”. Artinya dia buka dari kalangan orang Mekah. Dia pun meminta agar diizinkan ikut pertemuan itu dengan harapan dia ada masukan yang sangat penting.
Pertemuan itupun dibuka oleh Abu Jahal. Abu Jahal memulai dengan bertanya: apa yang harus dilakukan untuk mengenyahkan Muhammad dari masyarakat Mekah?
Jawaban pertama adalah “dia harus dikurung”. Dalam bahasa modern “imprisonment). Walau waktu itu penjara belum dikenal.
Tiba-tiba saja orang tua yang mengetuk pintu tadi bersuara dan menolak pendapat itu. Dia mengatakan bahwa kalau dia (Muhammad) dikurung maka boleh jadi dia masih bisa berkomunikasi dengan pengikutnya. Dan pada akhirnya pengikut dia akan memberontak.
Kali ini yang ingin saya gambarkan sedikit adalah situasi dua malam pertama Hijrah Rasulullah yang sangat menegangkan itu. Malam keluarnya Rasulullah dari rumahnya. Dan satu malam sebelumnya. Dua malam ini adalah malam yang menegangkan. Selain tentunya, menurut para Ulama, 8 atau 9 hari/malam perjalanan ditambah 2 malam di gua Tsur itu.
Di Kamis malam itu, menurut Ibn Ishak, para Kepala suku Mekah minus Abu Lahab dari suku Hashim dan Abi Hatim mengadakan pertemuan yang sangat rahasia. Abu Lahab tidak diundang karena bagaimanapun juga pastinya sebagai sesama suku dia akan menolak untuk kemenakannya (Muhammad) dieksekusi. Sementara Abi Hatim tidak diundang karena dia yang telah menjamin Rasulullah tetap tinggal di Mekah sejak tekanan-tekanan musuhnya semakin menjadi-jadi pasca kematian Paman (Abu Tholib) dan isterinya Khadijah (RA).
Pertemuan ekstra rahasia itu dipimpin oleh Abu Jahal. Sesaat menjelang pertemuan dimulai tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang. Di saat pintu dibuka nampak seseorang yang sudah tua berdiri di depan pintu. Ketika ditanya siapa gerangan orang itu, dia menjawab: “saya fulan dari Nejed”. Artinya dia buka dari kalangan orang Mekah. Dia pun meminta agar diizinkan ikut pertemuan itu dengan harapan dia ada masukan yang sangat penting.
Pertemuan itupun dibuka oleh Abu Jahal. Abu Jahal memulai dengan bertanya: apa yang harus dilakukan untuk mengenyahkan Muhammad dari masyarakat Mekah?
Jawaban pertama adalah “dia harus dikurung”. Dalam bahasa modern “imprisonment). Walau waktu itu penjara belum dikenal.
Tiba-tiba saja orang tua yang mengetuk pintu tadi bersuara dan menolak pendapat itu. Dia mengatakan bahwa kalau dia (Muhammad) dikurung maka boleh jadi dia masih bisa berkomunikasi dengan pengikutnya. Dan pada akhirnya pengikut dia akan memberontak.