Menko PMK Dorong Kreasi Kebudayaan Umat Islam Lewat Peran MUI
Muhajirin
Kamis, 27 Juli 2023 - 01:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof Muhadjir Effendy, mendorong kreasi kebudayaan umat Islam melalui peran Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dia menjelaskan, manusia memiliki daya cipya sebagai bagian inti dari budaya. Tidak mungkin ada budaya tanpa adanya daya cipta dari manusia. Sedangkan, penentuan budaya ditentukan oleh pikiran (ide) dan jagat raya (media).
“Manusia saja yang memiliki kemampuan berdaya cipta. Jadi, tidak mungkin ada budaya kalau tidak ada manusia. Hanya manusia yang memiliki daya cipta, sehingga ada budaya,” ujarnya saat menjadi Keynote Speaker di Kongres Budaya Umat Islam Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (26/7/2023).
Sementara, binatang atau hewan, hanya memiliki naluri alami. Sehingga, tidak bisa menciptakan perubahan.
“Begitu saja dari dulu hingga saat ini. Kita tidak pernah dengar ada sarang lebih dari plastik kan,” ujarnya.
Muhadjir menyampaikan tentang konsep budaya yang dikembangkan oleh Peter Ludwig Berger yang disebut dialektika budaya.
“Dialektika budaya Peter Berger itu menyatakan bahwa semua yang ada di jagat raya itu sebenarnya ciptaan yang maha pencipta, sedangkan yang mendapatkan tetesan cahaya penciptaan itu hanya manusia, selain itu tidak bisa menjadi seorang creator, ” ungkapnya.
Dia menjelaskan, manusia memiliki daya cipya sebagai bagian inti dari budaya. Tidak mungkin ada budaya tanpa adanya daya cipta dari manusia. Sedangkan, penentuan budaya ditentukan oleh pikiran (ide) dan jagat raya (media).
“Manusia saja yang memiliki kemampuan berdaya cipta. Jadi, tidak mungkin ada budaya kalau tidak ada manusia. Hanya manusia yang memiliki daya cipta, sehingga ada budaya,” ujarnya saat menjadi Keynote Speaker di Kongres Budaya Umat Islam Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (26/7/2023).
Sementara, binatang atau hewan, hanya memiliki naluri alami. Sehingga, tidak bisa menciptakan perubahan.
“Begitu saja dari dulu hingga saat ini. Kita tidak pernah dengar ada sarang lebih dari plastik kan,” ujarnya.
Muhadjir menyampaikan tentang konsep budaya yang dikembangkan oleh Peter Ludwig Berger yang disebut dialektika budaya.
“Dialektika budaya Peter Berger itu menyatakan bahwa semua yang ada di jagat raya itu sebenarnya ciptaan yang maha pencipta, sedangkan yang mendapatkan tetesan cahaya penciptaan itu hanya manusia, selain itu tidak bisa menjadi seorang creator, ” ungkapnya.