Investor Malaysia Tertarik Bangun Hotel di Indonesia
Tim langit 7
Kamis, 27 Juli 2023 - 23:30 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno bertemu investor dari Malaysia yang tertarik berinvestasi hotel di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri jamuan makan malam (dinner meeting) dengan delegasi parlemen Malaysia di ajang International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023. Pertemuan ini untuk mendalami ketertarikan investor Malaysia menanamkan investasinya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.
Sandiaga mengungkapkan para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di berbagai bidang. "Ada beberapa potensi investasi di berbagai bidang mulai dari hotel, restoran, juga produk ekonomi kreatif," kata Sandiaga dikutip Kamis (27/7/2023).
Minat investasi dari investor tersebut tersebar di berbagai daerah atau destinasi wisata di tanah air. Mulai dari Labuan Bajo, Bali, Lombok, dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lain, serta juga beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.
"Saat ini masih dihitung (potensi investasi)," kata Sandiaga.
Baca juga:Mencoba Tawaf Virtual dengan Realitas Maya, Sandiaga: Serasa di Masjidil Haram
Namun untuk target terdekat yang diharapkan dapat segera terealisasi adalah pembangunan hotel di Labuan Bajo dan Lombok dengan jumlah kamar masing-masing sebanyak 150 kamar.
Meski masuk dalam dana investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), Menparekraf Sandiaga mendorong nantinya pengoperasian hotel dapat bekerja sama dengan operator hotel (chain hotel) dari Indonesia. Sehingga memberikan dampak yang luas terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. "Kami ingin tawarkan chain hotel anak bangsa," ujar Sandiaga.
Sandiaga mengungkapkan para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di berbagai bidang. "Ada beberapa potensi investasi di berbagai bidang mulai dari hotel, restoran, juga produk ekonomi kreatif," kata Sandiaga dikutip Kamis (27/7/2023).
Minat investasi dari investor tersebut tersebar di berbagai daerah atau destinasi wisata di tanah air. Mulai dari Labuan Bajo, Bali, Lombok, dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lain, serta juga beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.
"Saat ini masih dihitung (potensi investasi)," kata Sandiaga.
Baca juga:Mencoba Tawaf Virtual dengan Realitas Maya, Sandiaga: Serasa di Masjidil Haram
Namun untuk target terdekat yang diharapkan dapat segera terealisasi adalah pembangunan hotel di Labuan Bajo dan Lombok dengan jumlah kamar masing-masing sebanyak 150 kamar.
Meski masuk dalam dana investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), Menparekraf Sandiaga mendorong nantinya pengoperasian hotel dapat bekerja sama dengan operator hotel (chain hotel) dari Indonesia. Sehingga memberikan dampak yang luas terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. "Kami ingin tawarkan chain hotel anak bangsa," ujar Sandiaga.