Santuni Anak Yatim Dianjurkan di Bulan Muharram, Tapi Jangan Dipertontonkan
Tim langit 7
Jum'at, 28 Juli 2023 - 11:00 WIB
Pimpinan Majelis Taklim Sabilu Taubah,Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam.Foto/ist
Salah satu amalan yang baik dilakukan di Muharram adalah menyantuni anak yatim. Namun, alangkah lebih baiknya jika santunan anak yatim tersebut tidak dipertontonkan.
“Jika ingin memberi santunan, anak-anak yatim itu dimasukkan saja ke dalam rumah, tidak usah dipertontonkan,” ujar Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam dalam tayangan video di kanal Youtube Kisah Lintas Dimensi yang ditonton Kamis (27/07/2023).
Gus Iqdam sangat menyayangkan, banyak pihak yang dengan sengaja menyuruh anak-anak yatim naik ke atas panggung saat penyerahan santunan. “Bahkan ada yang anak yatim itu disuruh membaca puisi ‘ibu…bapak…di mana engkau berada’, akhirnya mereka menangis teringat ibu bapaknya,” ucapnya.
Baca juga:Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura yang Jatuh 27 dan 28 Juli 2023
Pimpinan Majelis Taklim Sabilu Taubah ini sangat mewanti-wanti untuk tidak melukai perasaan anak yatim di bulan yang mulia ini. “Justru keluarga dan orang-orang terdekatnya berusaha membuat mereka lupa, jadi janganlah kita malah mengungkit-ungkit orang tua mereka yang telah tiada,” ungkapnya.
Mengutip NU Online, Gus Iqdam mengingatkan, tujuan sebenarnya menyantuni anak yatim itu untuk membahagiakan mereka setelah bersedih karena kehilangan orang tuanya. Oleh karena itu, menyuruh mereka membacakan puisi yang bisa mengingatkan kembali perasaan kehilangan itu sangat tidak dianjurkan.
Ia juga mengutip hadits nabi yang menyatakan bahwa, Allah SWT akan melebarkan pintu neraka bagi mereka yang membuat anak yatim menangis, dan sebaliknya akan melebarkan pintu surga bagi mereka yang membuat anak yatim tertawa.
“Jika ingin memberi santunan, anak-anak yatim itu dimasukkan saja ke dalam rumah, tidak usah dipertontonkan,” ujar Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam dalam tayangan video di kanal Youtube Kisah Lintas Dimensi yang ditonton Kamis (27/07/2023).
Gus Iqdam sangat menyayangkan, banyak pihak yang dengan sengaja menyuruh anak-anak yatim naik ke atas panggung saat penyerahan santunan. “Bahkan ada yang anak yatim itu disuruh membaca puisi ‘ibu…bapak…di mana engkau berada’, akhirnya mereka menangis teringat ibu bapaknya,” ucapnya.
Baca juga:Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura yang Jatuh 27 dan 28 Juli 2023
Pimpinan Majelis Taklim Sabilu Taubah ini sangat mewanti-wanti untuk tidak melukai perasaan anak yatim di bulan yang mulia ini. “Justru keluarga dan orang-orang terdekatnya berusaha membuat mereka lupa, jadi janganlah kita malah mengungkit-ungkit orang tua mereka yang telah tiada,” ungkapnya.
Mengutip NU Online, Gus Iqdam mengingatkan, tujuan sebenarnya menyantuni anak yatim itu untuk membahagiakan mereka setelah bersedih karena kehilangan orang tuanya. Oleh karena itu, menyuruh mereka membacakan puisi yang bisa mengingatkan kembali perasaan kehilangan itu sangat tidak dianjurkan.
Ia juga mengutip hadits nabi yang menyatakan bahwa, Allah SWT akan melebarkan pintu neraka bagi mereka yang membuat anak yatim menangis, dan sebaliknya akan melebarkan pintu surga bagi mereka yang membuat anak yatim tertawa.