home edukasi & pesantren

Meneladani Pendidikan Ahlak Luqman agar Anak Jauh dari Sombong

Senin, 30 Agustus 2021 - 12:02 WIB
Ilustrasi anak akan meniru perilaku orang tua Foto: Langit7.id/istock
Al-Qur’an mengabadikan beberapa nama istimewa agar menjadi pelajaran untuk umat Nabi Muhammad SAW. Salah satu sosok itu adalah Luqman Al-Hakim. Ia bukan rasul, namun nama dan kisahnya diabadikan menjadi sebuah surah.

Dalam Tafsir Al-Ibriz karya KH Bisri Musthofa disebutkan sebuah riwayat, Luqman merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS. Ia dikaruniai usia 1000 tahun, hingga menjumpai zaman Nabi Daud AS.

Ia adalah seorang mufti. Namun saat Daud diangkat menjadi nabi, ia meninggalkan jabatan itu dan menjadi murid Nabi Daud.

Dalam versi lain, Luqman diceritakan berasal kawasan Afrika. Ada beberapa orang kulit hitam yang istimewa: Bilal bin Rabah, Mihja’ budaknya Umar bin Khattab, Luqman al-Hakim, dan Raja Negus (Najasyi). Hal ini berdasarkan salah satu hadits yang dikutip oleh KH. Thoifur Ali Wafa, dalam Tafsir Firdaus al-Na’im Bi-taudhihi Ma’ani Ayatil Qur’anil Karim.

Luqman merupakan sosok teladan dalam pendidikan anak. Metode pendidikan dan nasihat beliau diabadikan dalam Al-Qur’an, sehingga siapa saja bisa mempelajarinya. Salah satu dari pendidikan karakter ala Lukman termaktub dalam surah Luqman ayat 18.

Dalam ayat tersebut Lukman mencontohkan pendidikan ahlak yang berdimensi sosial kemasyarakatan. Ia berpesan kepada anaknya agar menghindari sikap sombong dan angkuh. Disebutkan dalam ayat itu, Allah Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang berperilaku sombong.

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18)
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan anak surah luqman luqman al hakim pendidikan agama al quran
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya