Peran Pondok Pesantren dalam Mencerdaskan Anak Bangsa
Muhajirin
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 16:00 WIB
Pondok pesantren mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agama
Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati Subang, KH Musyfiq Amarullah, mengatakan, pondok pesantren mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agama.
Pondok pesantren lahir berbarengan dengan sejarah awal dakwah Islam di Indonesia, khususnya di pulau jawa. Para pendakwah Islam yang terkenal dengan Walisongo menyebarkan Islam di Nusantara sekitar abad 15 M seperti pondok pesantren al-Kahfi Somalangu, Kebumen. Pesantren ini berdiri pada tahun 1475 yang didirikan oleh Syekh as-Sayyid Abdul Kahfi al-Hasani asal Hadramaut, Yaman.
Pondok pesantren luhur Dondong Semarang yang berdiri pada sekitar 412 tahun yang lalu, yang konon ini merupakan pesantren tertua di Jawa Tengah. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, yang berdiri pada tahun 1705.
Baca juga:Pesantren Berkembang Pesat, Tapi Punya Tantangan Berat
"Yang didirikan oleh Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif, yang dikenal dengan Ki Jatira dan banyak lagi pesantren-pesantren yang lahir jauh sebelum Indonesia lahir. Hingga kini alhamdulillah pondok pesantren tetap eksis dan bahkan mampu berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman," kata KH Musyfiq saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Jumat (4/8/2023).
Dalam Mukernas ke-5 RMI (Rabithah al-Ma’ahid alIslamiah) di Probolinggo pada 1996, disebutkan ada tiga peran dan fungsi pesantren sesuai watak kemandirian dari visi emansipatorisnya. Pertama, sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam.
"Artinya, pesantren ikut bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan yang handal, serta dilandasi iman dan takwa yang kokoh," ujar KH Musyfiq.
Pondok pesantren lahir berbarengan dengan sejarah awal dakwah Islam di Indonesia, khususnya di pulau jawa. Para pendakwah Islam yang terkenal dengan Walisongo menyebarkan Islam di Nusantara sekitar abad 15 M seperti pondok pesantren al-Kahfi Somalangu, Kebumen. Pesantren ini berdiri pada tahun 1475 yang didirikan oleh Syekh as-Sayyid Abdul Kahfi al-Hasani asal Hadramaut, Yaman.
Pondok pesantren luhur Dondong Semarang yang berdiri pada sekitar 412 tahun yang lalu, yang konon ini merupakan pesantren tertua di Jawa Tengah. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, yang berdiri pada tahun 1705.
Baca juga:Pesantren Berkembang Pesat, Tapi Punya Tantangan Berat
"Yang didirikan oleh Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif, yang dikenal dengan Ki Jatira dan banyak lagi pesantren-pesantren yang lahir jauh sebelum Indonesia lahir. Hingga kini alhamdulillah pondok pesantren tetap eksis dan bahkan mampu berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman," kata KH Musyfiq saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Jumat (4/8/2023).
Dalam Mukernas ke-5 RMI (Rabithah al-Ma’ahid alIslamiah) di Probolinggo pada 1996, disebutkan ada tiga peran dan fungsi pesantren sesuai watak kemandirian dari visi emansipatorisnya. Pertama, sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam.
"Artinya, pesantren ikut bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan yang handal, serta dilandasi iman dan takwa yang kokoh," ujar KH Musyfiq.