Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Peran Pondok Pesantren dalam Mencerdaskan Anak Bangsa

Muhajirin Jum'at, 04 Agustus 2023 - 16:00 WIB
Peran Pondok Pesantren dalam Mencerdaskan Anak Bangsa
Pondok pesantren mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agama
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pimpinan Pondok Pesantren At-Tawazun Kalijati Subang, KH Musyfiq Amarullah, mengatakan, pondok pesantren mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agama.

Pondok pesantren lahir berbarengan dengan sejarah awal dakwah Islam di Indonesia, khususnya di pulau jawa. Para pendakwah Islam yang terkenal dengan Walisongo menyebarkan Islam di Nusantara sekitar abad 15 M seperti pondok pesantren al-Kahfi Somalangu, Kebumen. Pesantren ini berdiri pada tahun 1475 yang didirikan oleh Syekh as-Sayyid Abdul Kahfi al-Hasani asal Hadramaut, Yaman.

Pondok pesantren luhur Dondong Semarang yang berdiri pada sekitar 412 tahun yang lalu, yang konon ini merupakan pesantren tertua di Jawa Tengah. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, yang berdiri pada tahun 1705.

Baca juga:Pesantren Berkembang Pesat, Tapi Punya Tantangan Berat

"Yang didirikan oleh Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif, yang dikenal dengan Ki Jatira dan banyak lagi pesantren-pesantren yang lahir jauh sebelum Indonesia lahir. Hingga kini alhamdulillah pondok pesantren tetap eksis dan bahkan mampu berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman," kata KH Musyfiq saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Jumat (4/8/2023).

Dalam Mukernas ke-5 RMI (Rabithah al-Ma’ahid alIslamiah) di Probolinggo pada 1996, disebutkan ada tiga peran dan fungsi pesantren sesuai watak kemandirian dari visi emansipatorisnya. Pertama, sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam.

"Artinya, pesantren ikut bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan yang handal, serta dilandasi iman dan takwa yang kokoh," ujar KH Musyfiq.

Kedua, pesantren sebagai lembaga perjuangan dan dakwah Islamiah. Artinya, pondok pesantren bertanggungjawab mensyiarkan agama Allah serta ikut berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan umat beragama serta meningkatkan kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketiga, pesantren sebagai lembaga pemberdayaan dan pengabdian masyarakat. Artinya, pesantren wajib mendarmabaktikan peran, fungsi, dan potensi emansipasi yang dimilikinya guna memperbaiki kehidupan serta memperkokoh pilar eksistensi masyarakat demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, beradab, sejahtera, dan demokratis.

Peran Pesantren dalam Mencerdaskan Bangsa Melalui Jalur Tafaqquh Fiddin

Pada awalnya para kyai mendirikan pesantren bertujuan untuk mempersiapkan generasi untuk tafaqquh fiddin (memahami ilmu agama). Hal itu merupakan realisasi dari perintah Allah Q.S. at-Taubah ayat 122.

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ

"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya." (QS At-Taubah: 122)

Berdasarkan ayat ini, dalam kehidupan masyarakat perlu ada pembagian tugas dalam rangka memenuhi hajat umat secara komprehensip. Di samping perlu ada sekelompok masyarakat untuk terus menjaga pertahanan, keamanan dan keterrtiban dalam kehidupan bernegara, perlu pula kelompok untuk belajar dan mengajar.

"Guna mencerdaskan masyarakat untuk memahami ajaran agamanya. Untuk itu kita sangat membutuhkan banyak lagi orang yang mau belajar dan mendalami ilmu agama sehingga bisa memproduksi generasi-genarisi yang expert yang mampu menjaga kerahmatan Islam dan membentengi fundamentalis Islam," kata KH Musyfiq.

Menurut KH Musyfiq, penafsiran tentang tafaqquh fiddin sangat dihayati oleh para pengelola pesantren. Hal itu dijadikan dasar rujukan untuk mengembangkan kurikulum kepesantrenan untuk memenuhi berbagai potensi yang Allah berikan kepada manusia.

"Agar terwujudnya generasi-generasi yang mempunyai sumber daya masyarakat yang handal sekaligus untuk menjawab tantangan zaman," tutur KH Musyfiq.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)