home global news

Cara Ekonomi Islam Atasi Krisis Pangan

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 19:00 WIB
ilustrasi
Musim kemarau menyebabkan kekeringan di berbagai daerah Indonesia. Di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi Kabupaten Puncak, Papua Tengah kekeringan mengakibatkan krisis pangan yang menyebabkan enam warga meninggal dunia.

Indonesia sebenarnya dijuluki a miracle country on the world karena sektor tanaman pangan melimpah secara faktual. Tapi terjadi paradoks, karena kenyataannya garis kemiskinan tercatat 23-48 ton/tahun atau 115-184 kg/kapita/tahun.

Food loose tercatat 45% pada 2019 dengan rerata 56%, terutama sektor tanaman pangan sebesar 12 juta-21 juta ton per tahun.

Guru Besar Ekonomi Islam FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Muhammad Said, menjelaskan, krisis ketahanan pangan merupakan kondisi tak ideal. Hal itu saat elemen masyarakat menerima akses pangan secara kuantitas dan kualitas berbasis pada keragaman sumber daya nasional tak terpenuhi secara sempurna. Itu disebabkan saluran distribusi pangan terhambat.

"Banyak faktor penyebab krisis ketahanan pangan, di antaranya dampak perubahan iklim dan bencana alam. Ekonomi Islam sebagai sistem berdasar pada prinsip syariah mengajarkan etika gaya hidup seperti pola konsumsi sederhana, tanpa kehilangan makna dan esensi," kata Said di laman UIN Syarif Hidayatullah, dikutip Jumat (4/8/2023).

Baca juga:Papua Krisis Pangan, Pemerintah dan Umat Islam Diminta Lebih Proaktif.

Ekonomi Islam mengajarkan bangunan relasi manusia dengan alam secara harmonis melalui kelestarian alam. Ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dan kebijakan terkait krisis ketahanan pangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi islam krisis pangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya