Inspiratif! Pengelolaan Sampah Pesantren di Sumenep Dipuji
Tim langit 7
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 09:15 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof KH Maruf Amin saat silaturahim ke Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur
Pengelolaan sampah di beberapa pondok pesantren di Pulau Madura, Jawa Timur mendapat apresiasi dari WakilPresiden Republik Indonesia, Prof KH Ma’ruf Amin.
Sampah yang awalnya momok bagi manusia, ternyata bisa didaur ulang oleh santri menjadi benda-benda yang berdaya jual. Salah satunya sampah plastik yang lumrah dilihat oleh warga di pasar, pertokoan, mall, dan lainnya.
Dalam silaturahim ke Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa problem sampah tidak hanya melanda di satu negara, tapi mendunia.
"Di Pesantren Annuqayah terdapat laboratorium sampah yang bisa memilah sampah yang layak dijadikan benda yang bernilai ekonomis," ujarnya saat memberi sambutan di hadapan masyayikh, Rabu (9/8/2023).
Ikhtiar tersebut, lanjutnya, juga dilakukan di pesantren lainnya. Khususnya sampah plastik, pesantren bisa menyulap sampah plastik menjadi minyak tanah, solar, bensin, hingga bisa menjadi bahan campuran aspal. Bila hal ini dikembangkan di pesantren, khususnya di Madura, maka masyarakat akan tahu bahwa sampah memiliki sisi ekonomis.
"Kampanye antisampah plastik harus digalakkan agar warga tahu sisi positifnya. Toh pada akhirnya warga tidak lagi menganggap sampah sebagai barang bekas yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Semakin ditingkatkan pengembangan ini maka orang akan takut membuat sampah dan bingung mencari sampah, karena sampah memiliki nilai komersial," ungkapnya.
Tak hanya itu, Wapres yang pernah menjadi Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi menjadi tantangan bagi pesantren. Tidak hanya pesantren, di negara besar mulai mengkaji hitam putihnya. Bahkan di beberapa negara maju, agama mulai ditinggalkan oleh warganya.
Sampah yang awalnya momok bagi manusia, ternyata bisa didaur ulang oleh santri menjadi benda-benda yang berdaya jual. Salah satunya sampah plastik yang lumrah dilihat oleh warga di pasar, pertokoan, mall, dan lainnya.
Dalam silaturahim ke Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa problem sampah tidak hanya melanda di satu negara, tapi mendunia.
"Di Pesantren Annuqayah terdapat laboratorium sampah yang bisa memilah sampah yang layak dijadikan benda yang bernilai ekonomis," ujarnya saat memberi sambutan di hadapan masyayikh, Rabu (9/8/2023).
Ikhtiar tersebut, lanjutnya, juga dilakukan di pesantren lainnya. Khususnya sampah plastik, pesantren bisa menyulap sampah plastik menjadi minyak tanah, solar, bensin, hingga bisa menjadi bahan campuran aspal. Bila hal ini dikembangkan di pesantren, khususnya di Madura, maka masyarakat akan tahu bahwa sampah memiliki sisi ekonomis.
"Kampanye antisampah plastik harus digalakkan agar warga tahu sisi positifnya. Toh pada akhirnya warga tidak lagi menganggap sampah sebagai barang bekas yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Semakin ditingkatkan pengembangan ini maka orang akan takut membuat sampah dan bingung mencari sampah, karena sampah memiliki nilai komersial," ungkapnya.
Tak hanya itu, Wapres yang pernah menjadi Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi menjadi tantangan bagi pesantren. Tidak hanya pesantren, di negara besar mulai mengkaji hitam putihnya. Bahkan di beberapa negara maju, agama mulai ditinggalkan oleh warganya.