Akses Pendidikan Masih Susah, BRIN Usul Reformulasi BOS dan BOSDA
Muhajirin
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 16:30 WIB
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Evi Maya Savira, menilai, akses pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah utama selain mutu pendidikan
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Evi Maya Savira, menilai, akses pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah utama selain mutu pendidikan di daerah. Maka itu, perlu adanya koordinasi dan kolaborasi antar stakeholders, dalam menyusun strategi kebijakan mengentaskan masalah akses pendidikan agar tepat sasaran.
Berdasarkan perhitungan laju pertumbuhan didapatkan Prov Jatim sebesar 0.009. Artinya dalam kurun waktu 6 tahun terakhir dari 1000 anak usia sekolah terjadi penambahan harapan lama sekolah hanya sebanyak 9 anak.
"Ini menggambarkan bahwa akses pendidikan masih rendah. Demikian juga di empat Kabupaten/Kota yang lainnya, yaitu Kab Banyuwangi sebesar 0.012, Kab Jombang 0.011, Kota Mojokerto 0.008, dan Kab Tegal sebesar 0.012," jelas Evi dalam acara Seminar Nasional: Inovasi Kepemimpinan Perempuan di Sektor Pendidikan, di Auditorium Gd BJ Habibie, Jakarta, dikutip Sabtu (19/8/2023).
Evi mengatakan, permasalahan akses pendidikan dasar tidak sekadar perbandingan jumlah satuan pendidikan dengan jumlah murid. Akan tetapi, terkait juga dengan kondisi ekonomi masyarakat dan aspek sosial kultural seperti ketidakmampuan orang tua dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi siswa baru.
Baca juga:UAH Ajak Bangun Indonesia Hebat dengan Iman dan Patriotisme
"Inilah alasan kenapa Bupati Jombang dan Walikota Mojokerto menetapkan inovasi tentang pengadaan seragam dan peralatan sekolah. karena memang walaupun sekolah digratiskan kebutuhan dasar sekolah banyak yang tidak mampu dipenuhi oleh orang tua murid karena biaya yang mahal," ulasnya.
Evi menyebutkan, dari hasil penelitian ini disebutkan perlu adanya reformulasi BOS dan BOSDA. Hal ini mengingat penerapannya di daerah banyak yang tidak sesuai kebutuhan nyata penerima manfaat. Hal ini pula yang sudah dingatkan oleh World Bank dari hasil riset mereka.
Berdasarkan perhitungan laju pertumbuhan didapatkan Prov Jatim sebesar 0.009. Artinya dalam kurun waktu 6 tahun terakhir dari 1000 anak usia sekolah terjadi penambahan harapan lama sekolah hanya sebanyak 9 anak.
"Ini menggambarkan bahwa akses pendidikan masih rendah. Demikian juga di empat Kabupaten/Kota yang lainnya, yaitu Kab Banyuwangi sebesar 0.012, Kab Jombang 0.011, Kota Mojokerto 0.008, dan Kab Tegal sebesar 0.012," jelas Evi dalam acara Seminar Nasional: Inovasi Kepemimpinan Perempuan di Sektor Pendidikan, di Auditorium Gd BJ Habibie, Jakarta, dikutip Sabtu (19/8/2023).
Evi mengatakan, permasalahan akses pendidikan dasar tidak sekadar perbandingan jumlah satuan pendidikan dengan jumlah murid. Akan tetapi, terkait juga dengan kondisi ekonomi masyarakat dan aspek sosial kultural seperti ketidakmampuan orang tua dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi siswa baru.
Baca juga:UAH Ajak Bangun Indonesia Hebat dengan Iman dan Patriotisme
"Inilah alasan kenapa Bupati Jombang dan Walikota Mojokerto menetapkan inovasi tentang pengadaan seragam dan peralatan sekolah. karena memang walaupun sekolah digratiskan kebutuhan dasar sekolah banyak yang tidak mampu dipenuhi oleh orang tua murid karena biaya yang mahal," ulasnya.
Evi menyebutkan, dari hasil penelitian ini disebutkan perlu adanya reformulasi BOS dan BOSDA. Hal ini mengingat penerapannya di daerah banyak yang tidak sesuai kebutuhan nyata penerima manfaat. Hal ini pula yang sudah dingatkan oleh World Bank dari hasil riset mereka.