KH Miftachul Akhyar Dorong Generasi Muda Belajar Ilmu Hadits, Ini Alasannya
Tim langit 7
Senin, 25 September 2023 - 13:00 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar
Indonesia masih kekurangan ahli ilmu hadits. Karenanya, Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mendorong generasi muda belajar hadits dan ilmu hadits selama di pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya.
Pesan tersebut disampaikan Miftahul Akhyar saat wisuda ke-IX Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pondok Pesantren Tebuireng, Ahad (24/9/2023).
"Di Indonesia ini minim dan kurang sekali orang yang ahli dalam bidang ilmu hadits. Di sini kita melihat semangat meneruskan dan melanjutkan perjuangan para ulama, muhadditsin, khususnya Syaikh KH Hasyim Asy'ari," jelasnya.
KH Miftahul Akhyar menjelaskan, alasan mengatakan minimnya ahli hadits karena sedikitnya minat pemuda Indonesia belajar ilmu hadits. Jurusan kuliah hadits sepi peminat. Dikarenakan mempelajari ilmu satu ini butuh tenaga, pikiran, waktu bahkan harta lebih banyak.
Baca juga: 7 Hafiz Hafizah Indonesia Ukir Prestasi Internasional
"Bidang ilmu hadis membutuhkan semangat yang kuat, himmah yang tinggi, tidak mengenal lelah untuk meneliti rawi-rawi hadis. Meneliti hadis merupakan sebuah perbuatan, amalan, yang membutuhkan tenaga, pikiran, dan harta. Di sinilah minat mempelajari ilmu hadis tidak seperti ilmu yang lain," imbuhnya.
Tokoh asal Surabaya ini menambahkan, alasannya mendorong generasi muda belajar hadis dan ilmu hadis karena kedudukan hadis dalam agama Islam sangatlah tinggi. Al-Qur'an dan hadis jadi dasar utama agama Islam. Bahkan mempelajari dan membaca hadis memiliki pahala yang cukup besar.
Pesan tersebut disampaikan Miftahul Akhyar saat wisuda ke-IX Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pondok Pesantren Tebuireng, Ahad (24/9/2023).
"Di Indonesia ini minim dan kurang sekali orang yang ahli dalam bidang ilmu hadits. Di sini kita melihat semangat meneruskan dan melanjutkan perjuangan para ulama, muhadditsin, khususnya Syaikh KH Hasyim Asy'ari," jelasnya.
KH Miftahul Akhyar menjelaskan, alasan mengatakan minimnya ahli hadits karena sedikitnya minat pemuda Indonesia belajar ilmu hadits. Jurusan kuliah hadits sepi peminat. Dikarenakan mempelajari ilmu satu ini butuh tenaga, pikiran, waktu bahkan harta lebih banyak.
Baca juga: 7 Hafiz Hafizah Indonesia Ukir Prestasi Internasional
"Bidang ilmu hadis membutuhkan semangat yang kuat, himmah yang tinggi, tidak mengenal lelah untuk meneliti rawi-rawi hadis. Meneliti hadis merupakan sebuah perbuatan, amalan, yang membutuhkan tenaga, pikiran, dan harta. Di sinilah minat mempelajari ilmu hadis tidak seperti ilmu yang lain," imbuhnya.
Tokoh asal Surabaya ini menambahkan, alasannya mendorong generasi muda belajar hadis dan ilmu hadis karena kedudukan hadis dalam agama Islam sangatlah tinggi. Al-Qur'an dan hadis jadi dasar utama agama Islam. Bahkan mempelajari dan membaca hadis memiliki pahala yang cukup besar.