Andai Nabi Muhammad Datang Sekarang
Muhajirin
Jum'at, 29 September 2023 - 23:00 WIB
ilustrasi
Manusia di era kehidupan zaman modern saat ini terus-menerus dibombardir berita tentang kekerasan dan konfli di berbagai penjuru dunia. Begitu banyak orang yang memiliki masalah serius yang tampaknya tidak dapat dipecahkan.
Namun, hal tersebut bukan hal baru. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam sebuah masyarakat yang memiliki banyak masalah besar seperti yang dihadapi saat ini. Setelah diangkat menjadi nabi, beliau mampu mempebaiki masalah-masalah sosial yang terjadi secara global.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya tentang cara mengubah isu-isu perselisihan menjadi perdamaian dan keamanan bagi semua orang. Ada banyak hal yang bisa dicontoh dari diri Nabi Muhammad SAW.
Dari hal paling kecil seperti penjaga perdamaian di antara tetangga. Pada era jahiliyah, memperlakukan tetangga dengan buruk merupakan hal wajar di kalangan masyarakat. Tidak jarang para tetangga selalu bertengkar dan saling melontarkan hinaan satu sama lain.
Ja'far bin abu Thalib, sepupu Nabi Muhammad, menjelaskan kepada Negus, Raja Etiopia, tentang kebiasaan bertetangga yang tidak baik itu. Dia berkata: "Kami adalah bangsa yang jahiliyah dan jahat. Kami biasa memutuskan hubungan keluarga dan memperlakukan tetangga dengan buruk". (HR Ahmad).
Baca juga:Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara
Penulis The New Muslim’s Field Guide, Theresa Corbin, mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW lahir di dunia yang penuh dengan kekacauan. Tidak hanya para tetangga yang secara teratur saling tidak menghormati dan saling menyerang, suku-suku pun terus-menerus berperang satu sama lain.
Namun, hal tersebut bukan hal baru. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam sebuah masyarakat yang memiliki banyak masalah besar seperti yang dihadapi saat ini. Setelah diangkat menjadi nabi, beliau mampu mempebaiki masalah-masalah sosial yang terjadi secara global.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya tentang cara mengubah isu-isu perselisihan menjadi perdamaian dan keamanan bagi semua orang. Ada banyak hal yang bisa dicontoh dari diri Nabi Muhammad SAW.
Dari hal paling kecil seperti penjaga perdamaian di antara tetangga. Pada era jahiliyah, memperlakukan tetangga dengan buruk merupakan hal wajar di kalangan masyarakat. Tidak jarang para tetangga selalu bertengkar dan saling melontarkan hinaan satu sama lain.
Ja'far bin abu Thalib, sepupu Nabi Muhammad, menjelaskan kepada Negus, Raja Etiopia, tentang kebiasaan bertetangga yang tidak baik itu. Dia berkata: "Kami adalah bangsa yang jahiliyah dan jahat. Kami biasa memutuskan hubungan keluarga dan memperlakukan tetangga dengan buruk". (HR Ahmad).
Baca juga:Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara
Penulis The New Muslim’s Field Guide, Theresa Corbin, mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW lahir di dunia yang penuh dengan kekacauan. Tidak hanya para tetangga yang secara teratur saling tidak menghormati dan saling menyerang, suku-suku pun terus-menerus berperang satu sama lain.