Hati-Hati Pilih Sahabat, Islam Perintahkan Bersahabat dengan Orang Shalih
Muhajirin
Rabu, 11 Oktober 2023 - 17:00 WIB
ilustrasi.
Persahabatan memiliki porsi tersendiri dalam Islam. Orang yang bersahabat saling mempengaruhi. Maka itu, Islam memerintahkan untuk bersahabat dengan orang yang mengajak kepada kebaikan.
Fonuder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, ada sejumlah orang yang memiliki perilaku membangkitkan kebaikan. Ada pula sahabat yang punya kedalaman ilmu, sehingga keberadaannya membawa ketenangan dan kebaikan.
”Yang perlu disahabati adalah orang yang perilakunya benar-benar bisa membangkitkan kita dan bukan terhadap pernyataannya atau ucapannya semata,” ujar Ustadz Fauzi melalui kajian daring Formula Hati, Rabu (11/10/2023).
Islam tidak menganjurkan bersahabat dengan orang yang mengajak kepada kemaksiatan. Seseorang yang punya perkataan tidak mengarah kepada Allah tidak baik dijadikan sahabat. Sebaliknya, seseorang yang perkataannya mengarahkan kepada Allah, maka dia yang dijadikan sahabat.
Baca juga:Wakil Rektor UIN: Ciri Tahun Politik Itu Panas Dingin
“Bersahabat dengan orang-orang pilihan adalah hal yang besar. Bersahabat dengan orang-orang yang buruk itu banyak mendatangkan celaan dan jatuh dari derajat yang sangat tinggi,” ujar Ustadz Fauzi.
Ustad Fauzi lalu menjelaskan beberapa level hubungan pertemanan. Pertama, persahabatan (as-sahabah), yakni level yang paling tinggi, sudah sehati dan seperti pinang dibelah dua. Contohnya, seperti Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Fonuder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, ada sejumlah orang yang memiliki perilaku membangkitkan kebaikan. Ada pula sahabat yang punya kedalaman ilmu, sehingga keberadaannya membawa ketenangan dan kebaikan.
”Yang perlu disahabati adalah orang yang perilakunya benar-benar bisa membangkitkan kita dan bukan terhadap pernyataannya atau ucapannya semata,” ujar Ustadz Fauzi melalui kajian daring Formula Hati, Rabu (11/10/2023).
Islam tidak menganjurkan bersahabat dengan orang yang mengajak kepada kemaksiatan. Seseorang yang punya perkataan tidak mengarah kepada Allah tidak baik dijadikan sahabat. Sebaliknya, seseorang yang perkataannya mengarahkan kepada Allah, maka dia yang dijadikan sahabat.
Baca juga:Wakil Rektor UIN: Ciri Tahun Politik Itu Panas Dingin
“Bersahabat dengan orang-orang pilihan adalah hal yang besar. Bersahabat dengan orang-orang yang buruk itu banyak mendatangkan celaan dan jatuh dari derajat yang sangat tinggi,” ujar Ustadz Fauzi.
Ustad Fauzi lalu menjelaskan beberapa level hubungan pertemanan. Pertama, persahabatan (as-sahabah), yakni level yang paling tinggi, sudah sehati dan seperti pinang dibelah dua. Contohnya, seperti Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.