Sejarah Politik Identitas, Ternyata Tak Hanya Ada di Indonesia
Muhajirin
Kamis, 12 Oktober 2023 - 12:00 WIB
ilustrasi
Dosen dan Ketua Laboratorium Fakultas Psikolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilmi Amalia, menjelaskan, politik identitas bukan perkara baru dalam percaturan politik dunia. Politik identitas sudah banyak digunakan untuk mencapai kepentingan-kepentingan tertentu.
Ilmi menjelaskan, politik identitas berbicara tentang aktivitas sosial politik yang dilakukan oleh sekelompok orang. Bisa kelompok etnis, budaya, atau agama. Aktivitas itu dilakukan dengan tujuan memperbaiki kondosi kelompokmtersebut.
“Ini kelompok merasa kekuarangan, merasa ketidakadilan, sehingga harus memperjuangkan. Dia secara aktif, maka jadi politik identitas. Ini kemudian menjadi momok. Seringkali akhirnya efeknya jadi negatif menciptakan konflik-konflik,” kata Ilmi dalam seminar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang, Rabu (11/10/2023).
Istilah politik identitas pertama kali dicetuskan oleh feminis kulit hitam, Barbara Smith dan Combahee River Collective pada 1974. Politik ini berawal dari kebutuhan untuk membentuk kembali gerakan-gerakan yang sejak dahulu selalu mengutamakan kesamaan yang monoton dibanding nilai strategis dari perbedaan.
Baca juga:Wakil Rektor UIN: Ciri Tahun Politik Itu Panas Dingin
Sederhanya, politik identitas adalah ketika orang-orang dari ras, etnis, gender atau agama tertentu beraliansi dan membentuk kelompok secara politik untuk membela kepentingan kelompok mereka.
Sementara di Indonesia, istilah politik identitas baru familiar di tengah masyarakat pada saat Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu. Padahal, sebenarnya politik identitas ada di belahan dunia
Ilmi menjelaskan, politik identitas berbicara tentang aktivitas sosial politik yang dilakukan oleh sekelompok orang. Bisa kelompok etnis, budaya, atau agama. Aktivitas itu dilakukan dengan tujuan memperbaiki kondosi kelompokmtersebut.
“Ini kelompok merasa kekuarangan, merasa ketidakadilan, sehingga harus memperjuangkan. Dia secara aktif, maka jadi politik identitas. Ini kemudian menjadi momok. Seringkali akhirnya efeknya jadi negatif menciptakan konflik-konflik,” kata Ilmi dalam seminar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang, Rabu (11/10/2023).
Istilah politik identitas pertama kali dicetuskan oleh feminis kulit hitam, Barbara Smith dan Combahee River Collective pada 1974. Politik ini berawal dari kebutuhan untuk membentuk kembali gerakan-gerakan yang sejak dahulu selalu mengutamakan kesamaan yang monoton dibanding nilai strategis dari perbedaan.
Baca juga:Wakil Rektor UIN: Ciri Tahun Politik Itu Panas Dingin
Sederhanya, politik identitas adalah ketika orang-orang dari ras, etnis, gender atau agama tertentu beraliansi dan membentuk kelompok secara politik untuk membela kepentingan kelompok mereka.
Sementara di Indonesia, istilah politik identitas baru familiar di tengah masyarakat pada saat Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu. Padahal, sebenarnya politik identitas ada di belahan dunia