home global news

Penting untuk Tokoh Publik, Begini Konsep Popularitas dalam Islam

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 19:30 WIB
ilustrasi
Dalam Islam, konsep popularitas mirip dengan konsep harta dan kekuasana. Satu sisi popularitas merupakan karunia dari Allah SWT, namun di sisi lain bisa juga menjadi fitnah. Kesukaan pada popularitas secara langsung menggerus keikhlasan.

Namun demikian, tidak sedikit tokoh besar dalam Islam memiliki tingkat popularitas yang tak pernah mati. Siapa yang tak kenal Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Anas bin Malik, Abu Hurairah, dan sahabat-sahabat lain. Begitu juga para ulama seperti Imam empat mazhab.

Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzim, mengutarakan, popularitas dalam Islam harus disikapi dengan bijaksana. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah Tabaraka wa Ta’ala jika mencintai seseorang, Dia memanggil Jibril ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia.’ Sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia.’ Maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi.” (HR Al-Bukhari).

Baca juga:Perangi Judi Online, Pemerintah Hapus 392.652 Konten dari Ruang Digital

Popularitas mirip dengan karunia Allah yang lain yang bersifat duniawi seperti harta dan kekuasaan. Popularitas bisa menjadi fitnah yang melalaikan manusia dari keikhlasan. Adanya dorongan yang lebih baik dari populer di dunia ke populer di antara penduduk langit.

“Islam mengarahkan popularitas itu ke penduduk langit, yakni populer di antara makhluk-makhluk Allah yang berada di sisi-Nya. Hal ini merupakan salah satu cara agar tidak terjebak ke dalam riya,” ujar Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Sabtu (14/10/2023).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
publik figur populer ajaran islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya