Tata Cara dan Bacaan Shalat Ashar sesuai Tuntunan Nabi
Fajar adhitya
Rabu, 01 September 2021 - 15:00 WIB
Ilustrasi shalat di masjid. (Foto iStock).
Shalat Ashar merupakan ibadah yang dikerjakan di sore hari. Waktunya dimulai setelah panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi benda tersebut sampai menjelang matahari terbenam.
Batas waktu sholat Ashar ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Dalil ini mengacu riwayat dari Abu Hurairah, dia mengatakan, Rasulullah bersabda: "Orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, dia termasuk mendapatkan shalat Ashar."
Namun sebagian ulama berpendapat, makruh hukumnya Shalat Ashar di saat langit sudah mulai menguning atau menjelang waktu maghrib. Selain itu ada ancaman dari Nabi kepada mereka yang menunda-nunda Shalat Ashar, apalagi sampai jelang Maghrib.
"Itulah shalat orang munafik. Ia duduk menanti matahari di antara dua tanduk setan (jelang Maghrib) lalu ia berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan cepat. Tidaklah ia mengingat Allah kecuali sedikit." (HR. Muslim)
Shalat Ashar dikerjakan sebanyak empat rakaat. Adapun tata cara dan bacaan shalat memilik sejumlah versi. Namun semua berangkat pada hadist Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Panduan tata cara dan bacaan shalat sebetulnya bukanlah dikeluarkan oleh organisasi atau kelompok tertentu. Semua doa-doa ini mengacu pada ajaran Rasulullah. Namun setiap ummat Islam bisa saja mengamalkan satu cara tertentu untuk memudahkan ibadah tersebut.
Berikut tata cara dan bacaan shalat yang diamalkan Ormas Muhammadiyah:
Batas waktu sholat Ashar ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Dalil ini mengacu riwayat dari Abu Hurairah, dia mengatakan, Rasulullah bersabda: "Orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, dia termasuk mendapatkan shalat Ashar."
Namun sebagian ulama berpendapat, makruh hukumnya Shalat Ashar di saat langit sudah mulai menguning atau menjelang waktu maghrib. Selain itu ada ancaman dari Nabi kepada mereka yang menunda-nunda Shalat Ashar, apalagi sampai jelang Maghrib.
"Itulah shalat orang munafik. Ia duduk menanti matahari di antara dua tanduk setan (jelang Maghrib) lalu ia berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan cepat. Tidaklah ia mengingat Allah kecuali sedikit." (HR. Muslim)
Shalat Ashar dikerjakan sebanyak empat rakaat. Adapun tata cara dan bacaan shalat memilik sejumlah versi. Namun semua berangkat pada hadist Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Panduan tata cara dan bacaan shalat sebetulnya bukanlah dikeluarkan oleh organisasi atau kelompok tertentu. Semua doa-doa ini mengacu pada ajaran Rasulullah. Namun setiap ummat Islam bisa saja mengamalkan satu cara tertentu untuk memudahkan ibadah tersebut.
Berikut tata cara dan bacaan shalat yang diamalkan Ormas Muhammadiyah: