Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home masjid detail berita

Tata Cara dan Bacaan Shalat Ashar sesuai Tuntunan Nabi

fajar adhitya Rabu, 01 September 2021 - 15:00 WIB
Tata Cara dan Bacaan Shalat Ashar sesuai Tuntunan Nabi
Ilustrasi shalat di masjid. (Foto iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Ashar merupakan ibadah yang dikerjakan di sore hari. Waktunya dimulai setelah panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi benda tersebut sampai menjelang matahari terbenam.

Batas waktu sholat Ashar ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Dalil ini mengacu riwayat dari Abu Hurairah, dia mengatakan, Rasulullah bersabda: "Orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, dia termasuk mendapatkan shalat Ashar."

Namun sebagian ulama berpendapat, makruh hukumnya Shalat Ashar di saat langit sudah mulai menguning atau menjelang waktu maghrib. Selain itu ada ancaman dari Nabi kepada mereka yang menunda-nunda Shalat Ashar, apalagi sampai jelang Maghrib.

"Itulah shalat orang munafik. Ia duduk menanti matahari di antara dua tanduk setan (jelang Maghrib) lalu ia berdiri dan melaksanakan shalat empat rakaat dengan cepat. Tidaklah ia mengingat Allah kecuali sedikit." (HR. Muslim)

Shalat Ashar dikerjakan sebanyak empat rakaat. Adapun tata cara dan bacaan shalat memilik sejumlah versi. Namun semua berangkat pada hadist Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Panduan tata cara dan bacaan shalat sebetulnya bukanlah dikeluarkan oleh organisasi atau kelompok tertentu. Semua doa-doa ini mengacu pada ajaran Rasulullah. Namun setiap ummat Islam bisa saja mengamalkan satu cara tertentu untuk memudahkan ibadah tersebut.

Berikut tata cara dan bacaan shalat yang diamalkan Ormas Muhammadiyah:

1. Niat
2. Takbir

Mengangkat Kedua Tangan Sejajar Telinga

Dari Malik bin al-huwairist: "Ketika bertakbir Rasulullah mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telinganya, ketika rukuk mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telingnya, dan ketika bangun dari rukuk beliau mengucapka 'Samiallahu liman hamidah' juga melakukan hal seperti itu. (HR. Muslim).

Mengangkat Kedua Tangan Sejajar Pundak

Abdullah bin Umar Berkata: "Aku melihat Rasulullah ketika berdiri di dalam shalat mengangkat kedua tanganya sampai sejajar kedua pundaknya. Beliau melakukan itu ketika takbir untuk rukuk dan ketika bangun dari rukuk, dan beliau mengucapkan 'Samiallahu liman hamidah' dan tidak mengangkat kedua tanganya ketika akan sujud. (HR: Bukhari dan muslim)

3. Doa Iftitah

"Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod."

Doa ini diajarkan Nabi kepada sahabat Abu Hurairah. Dia sempat bertanya, apa bacaan Rasul ketika diam di antara takbir dan membaca Al-Fatihah. Lalu Rasulullah pun mengajarkan doa iftitah tersebut. Hadist ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

4. Membaca Ta'awudz dilanjutkan dengan Al-Fatihah
5. Membaca Surah Al-Quran
6. Rukuk

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Abu Daud, ketika rukuk, Rasulullah meletakkan tangannya di lutut. Lalu dia merenggangkan jari-jemarinya. Kepalanya tidak terlalu menunduk atau tampak mengangkat.

"Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii."

Bacaan shalat ini mengacu pada hadist Bukhari dan Muslim. Dari Aisyah: "Nabi shallallahu alaihi wa sallam memperbanyak membaca ketika ruku dan sujud bacaan, 'Subhanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii.

7. Itidal

Saat itidal Rasulullah mengucapkan 'Samiallahu liman hamidah'. Salah satu doa itidal yakni:

"Rabbana wa laka al-hamdu Hamdan Katsīran Thayyiban Mubārakan Fīhi"

Dalam sebuah hadist, Rifaah bin Rafi berkata: "Kami pernah shalat bersama Rasulullah, saat bangun dari rukuk ia membaca, 'Sami’allahu liman hamidah'. Tiba-tiba ada seorang sahabat yang membaca, 'Rabbana wa lalakal hamd hamdan katsiran tayyiban mubarakan fihi'. Setelah selesai shalat, Rasul bertanya, 'Siapa yang mengucapkan kalimat itu?' Sahabat itu berkata, 'Saya Rasulullah.' Kemudian Rasulullah berkata, 'Saya melihat sekitar tiga puluhan malaikat berloma-lomba untuk siapa pertama kali yang mencatat (pahalanya)," (HR Al-Bukhari).

8. Sujud

Ada delapan bagian dari tubuh yang menyentuh tanah ketika bersujud, yaitu dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut dan kedua jari-jari kaki.

"Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii."

Bacaan shalat ini mengacu pada hadist Bukhari dan Muslim. Dari Aisyah: "Nabi shallallahu alaihi wa sallam memperbanyak membaca ketika ruku dan sujud bacaan, 'Subhanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii.

9. Duduk di Antara 2 Sujud

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai." (HR Bukhari dan Muslim)

"Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warzuqnii, warfa'nii" atau "Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii."

Untuk Shalat Ashar yang dilaksanakan 4 rakaat, setelah duduk di antara dua sujud, Rasulullah kembali bersujud, lalu duduk sesaat, mirip seperti duduk di antara 2 sujud, kemudian bangkit untuk berdiri dengan bertumpu pada kedua tangannya. Lalu dirakaat kedua, Nabi melaksanakan tahiyat awal.

10. Tahiyat Awal

Saat tahiyat isyarat telunjuk diangkat dari sejak awal Tasyahud hingga akhir. (HR. Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih)

"Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu alainaa wa ala ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan abduhu warosuuluh."

“Allahumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad kamaa shollaita ala Ibroohim wa ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ala Muhammad wa ala aali Muhammad kamaa baarokta ala Ibrohim wa ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid."

Kedua bacaan ini tercantum dalam hadist yang diriwayatkan Buhkari dan Muslim.

Lalu dirakaat ketiga seperti mengulang rakaat pertama, sementara di rakaat terakhir seperti mengulang lagi rakaat kedua. Namun posisi duduk pada tahiyat akhir sedikit berbeda.

11. Tahiyat Akhir

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai." (HR Bukhari dan Muslim).

Bacaan tahiyat akhir dan awal sama. Namun ada doa yang dianjurkan Rasulullah sebelum salam, yakni:

"Allaahumma innii auudzubika min adzaabi jahannam. Wamin adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal." (HR Muslim).

12. Salam.

Ketika salam, ucapakan "Assalamualaikum warohmatullah" lalu menengok ke arah kanan, diikuti ke arah kiri.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)