LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Agama
Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peristiwa
Isra Miraj adalah tonggak dari lahirnya ibadah
salat lima waktu, inti kepatuhan dari kesalehan individual dan sosial.
Menurut Gus Yagut, agama hadir untuk membebaskan manusia dari segala belenggu keburukan, kejahatan, dan kerusakan moral. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan, apalagi dibeda-bedakan.
Baca juga: Tafsir Al Isra Ayat 1: Isra Miraj Bukti Kemahabesaran Allah"Agama datang untuk memanusiakan manusia dengan cara memelihara agamanya, jiwanya, akalnya, kehormatannya, dan hartanya. Seperti ibadah shalat yang diawali dengan kekuatan tauhid “Allahu Akbar”, menjadi wujud komitmen ketauhidan dan komitmen kepatuhan secara totalitas kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala (SWT)," kata Gus Yaqut di Jakarta.
Kemudian, kalimat salam dalam penutup salat, “
assalamualaikum wa rahmatullah” ke kanan dan ke kiri adalah wujud komitmen kedamaian, persaudaraan, kerukunan, dan merekatkan ikatan kemanusiaan.
Salat merupakan wujud dari keimanan yang memberikan pengaruh positif terhadap interaksi dengan seluruh makhluk dalam menebarkan harmoni kehidupan. Sementara kesalehan sosial menjadi barometer kualitas ibadah salat.
Baca juga: Hikmah Isra Miraj Menurut Ustaz Muhammad Al-Habsyi“Salat sejatinya mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Di mana pesan di balik perintah salat adalah bahwa hubungan agama dan kemanusiaan hidup berdampingan,” kata Gus Yaqut.
Gus Yaqut mengatakan Indonesia merupakan sebuah bangsa yang dianugerahi berbagai bahasa, budaya, dan agama. Karena itu, sudah sepatutnya untuk mensyukuri kekuatan tersebut dan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menjaga kerukunan.
Menjadi sebuah negara besar, tidak boleh membuat Indonesia terbelah akibat konflik. Seharusnya justru setiap pihak meneguhkan komitmen kebangsaannya.
“Inilah spirit dari makna salaam, yakni berkomitmen menjaga persaudaraan kebangsaan (
ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (
ukhuwwah insaniyyah),” lanjutnya dikutip Antara, Sabtu (18/2/2023).
Baca juga: Mengenal Buraq, Kendaraan Rasulullah SAW dalam Peristiwa Isra Mi'rajYaqut menambahkan Isra Miraj merupakan waktu yang berharga bagi umat muslim sebagai tonggak sejarah islam dan kenabian Muhammad
Shalallaahu Alaihi Wassalam (SAW). Pada malam 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratil Muntaha.
Masa tersebut juga menjadi waktu duka yang sangat dalam bagi beliau atas wafatnya sang paman Abu Thalib bin Abdul Muthallib dan sang istri Sayyidah Khadijah Rabiul Anha (RA).
(est)