LANGIT7.ID, Jakarta - Salat memiliki kedudukan yang istimewa dalam islam.
Salat secara harfiah berarti permohonan dan pemuliaan. Ini karena setiap muslim berdoa sepanjang salat dan memuliakan Allah.
Dokter dan Pakar Hadits asal Kuwait, Dr. Mohsen Haredy, penulis di laman
About Islam, menjelaskan bahwa salat merupakan ibadah yang menghubungkan seorang muslim dengan Allah sebanyak lima kali sehari.
“Salat adalah pembeda seorang muslim dengan nonmuslim. Seorang muslim yang melaksanakan salat menyempurnakan agamanya. sementara, jika melalaikan salat sebenarnya seorang muslim lalai terhadap agamanya,” kata Dr. Mohsen Haredy di laman
aboutislam.net.
Baca Juga: 5 Manfaat Salat dalam Membentuk Karakter Seorang MuslimDr. Mohsen Haredy menjelaskan, ada banyak manfaat yang terkandung dalam Salat. Berikut di antaranya:
1.Rem dari MaksiatDalam Surah Al-Ankabut ayat 45, salat bisa menjadi rem bagi seorang muslim dalam hal maksiat.
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ
Baca Juga: Salat Dhuha: Waktu Pengerjaan, Jumlah Rakaat, dan Manfaat di Baliknya“Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al-Ankabut: 45)
Saat seorang muslim salat, dia dengan sepenuh hati menyatakan bahwa Allah adalah dzat yang maha besar. Allah lebih besar dari apapun dan siapapun dalam hidupnya.
“Selama salat, seorang muslim berbicara langsung kepada Allah SWT tanpa perantara dan pada saat yang sama Allah mendengarkan bacaan, doa dan pemuliaan,” ujar Dr. Mohsen Haredy.
Baca Juga: Salat Subuh Bermanfaat Buat Kesehatan Jika Ikut Pola Tidur Rasulullah2. Membentuk KedisiplinanManfaat lain dari salat adalah kedisiplinan. Seorang muslim dituntut mengerjakan salat saat azan berkumandang. Hal ini termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 103, Thaha ayat 132, dan . Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
"Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS An-Nisa: 103)
Baca Juga: Perasaan Damai, Satu dari Empat Manfaat Salat Bagi Kesehatan Mentalوَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." (QS Ta-Ha: 43)
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ
"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk." (QS Al-Baqarah: 43)
Baca Juga: Khasiat Posisi Rukuk bagi Wanita Hamil: Melenturkan Sendi Tulang Belakang3. Menjaga Ketenangan dan Kedamaian BatinSalat menyelamatkan Muslim dari Api Neraka. Salat adalah penghibur bagi seorang muslim. Melalui salat seorang muslim mencapai ketenangan hati. Lima kali sehari seorang Muslim mencari perlindungan dalam salat dan hatinya menemukan kedamaian batin.
Selama salat, seorang muslim membaca Al Qur'an dengan rukun, sujud dengan rendah hati, dan sujud dengan penuh ketundukan kepada Allah. Ketika seorang muslim memulai salat, dia terlibat dalam percakapan yang intim dengan Allah.
Ketika seorang muslim dihadapkan pada kesulitan apapun, salat menjadi pelipur lara. Saat salat seorang muslim akan merasakan kedekatan dengan Allah. Ada perasaan bahwa Allah mendengar pikiran, hati, dan mengabulkan permohonan untuk memberikan jalan keluar dari masalah.
Baca Juga: Istighfar, Salat, hingga Umrah, Cara Muslim Jeda dari MasalahSuatu ketika, Rasulullah SAW berkata kepada Bilal bin Rabbah, “Wahai Bilal, istirahatkan aku dengan salat.” (HR Abu Dawud)
4. Memicu Penyembuhan Penyakit Selain menghapus dosa-dosa seorang muslim, amalan baik dilipat gandakan, dan salat mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah. Selain itu salat juga dapat memicu penyembuhan penyakit.
“Sejauh yang diketahui sampai sekarang, salat adalah sumber kekuatan kreatif terbesar. Sebagai seorang dokter, saya telah melihat banyak pasien yang semua obat gagal menyembuhkannya. Namun, salatlah yang akhirnya menghilangkan rasa sakit mereka,” kata Dr. Mohsen Haredy mengutip Dr. Alexis Carrel, peraih nobel psikologi.
(jqf)