LANGIT7.ID - , Jakarta - Penulis buku High Class Respons, Harri Firmansyah mengatakan berhenti sejenak menjadi cara seorang muslim merespons suatu kejadian. Menurutnya,
beristighfar, berdoa,
salat hingga umrah adalah cara-cara jeda sejenak yang tanpa sadar dilakukan seorang muslim.
"Sediakan waktu 6 detik untuk berhenti sejenak, lalu tarik dan keluarkan nafas. Setelahnya
introspeksi diri," kata Harri dalam kajian virtual bertajuk Take An Off, Jeda untuk Kembali Bangkit, Senin (31/10/2022).
Baca juga: Keutamaan Luar Biasa Sayidul Istigfar yang Dibaca Pagi PetangDia menambahkan, dengan engambil jeda sejenak dan keluar dari rutinitas membawa seorang muslim ke atas atau ke luar dari labirin permasalahan yang memusingkan maupun merusakkan.
"Berhenti sejenak kita keluar dari itu untuk kemudian kita masuk lagi," ujar Kang Harri sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, tujuan berhenti sejenak adalah untuk mengambil keputusan. Karena memang untuk mengambil keputusan membutuhkan proses yang panjang. Maka itu, ia menyarankan untuk
take an off atau jeda sejenak ketika terjadi sesuatu, sebelum langsung merespons sesuatu.
"Kalau ada sebuah kejadian sebetulnya Allah menyediakan berbagai probabilitas untuk kita memilih merespons mana yang kita ambil, tetapi kebanyakan dari kita tidak pakai pilihan itu. Padahal itu
privilege buat kita. Karena kita adalah makhluk Allah yang punya logika dan perasaan. Ngecek dulu pikiran dan perasaan kita itu privilege banget serta keuntungan kita sebagai manusia," katanya.
Baca juga: Begini Cara Muslimah Sudah Menikah Berbakti pada Orang TuaLebih lanjut, Founder High Performa Consulting itu berkata selama take an off, pikirkan kembali tujuan hidup dan nilai-nilai yang menggerakkan hingga kendala diri.
"
Taken an off itu menjadi penting karena akan menggeser respons yang tadinya reaktif, menjadi respons yang proaktif," ucap Kang Harri.
"Diam itu sudah merespons. Di beberapa titik diam itu emas tetapi di banyak titik tidak bisa kita diam. Kita harus ambil tindakan dan tindakannya harus melibatkan banyak orang tidak cukup untuk kita sendiri. Merespons itu untuk kebaikan banyak orang," lanjut dia.
Dia menekankan, semakin besar permasalahan, maka makin panjang pula seorang muslim memutuskan keputusan tersebut.
(est)