KPU Gandeng TikTok Perkuat Sosialisasi Partisipasi Pemilih Muda
Tim langit 7
Selasa, 21 November 2023 - 14:00 WIB
Ketua KPU Hasyim Asyari dan Head of Public Policy and Government Relations Firry Wahid saat MoU di kantor KPU.Foto/Humas KPU
Komisi Pemilihan Umum ()KPU dan Platform Media Sosial TikTok menjalin kerja sama Sosialisasi dan Penyerahan Informasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.
Penandatanganan kerjasama dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan Head of Public Policy and Government Relations Firry Wahid, serta disaksikan Anggota KPU Betty Epsilon Idroos.
Menurut Hasyim, kerja sama dengan TikTok dalam rangka memperkuat sosialisasi partisipasi masyarakat untuk Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 nanti.
KPU melihat audiens TikTok lebih dari 50 persen pemilih muda sehingga, menurut dia menjadi strategis ketika bekerja sama untuk menyebarluaskan perkembangan informasi kepemiluan.
"Pilihan metode, pilihan media menjadi sesuatu strategis, dapat menyampaikan pesan-pesan kepemiluan ke publik karena perhitungannya dikomunikasi," ujar Hasyim dikutip dari laman KPU, Selasa (21/11/2023)
Hasyim pun berharap di internal TikTok memiliki kebijakan tentang fake news, disinformasi, hoaks, fitnah dan menjadi bagian yang mempublikasikan informasi benar.
"Supaya ada filternya, atau kira-kira ada informasi itu potensial menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu disruptif, itu penting menjadi internal policy di TikTok supaya tidak menjadi tuduhan ada platform yang sering digunakan menyebarluaskan informasi yang katakanlah manipulatif, provokatif," tegas Hasyim.
Penandatanganan kerjasama dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan Head of Public Policy and Government Relations Firry Wahid, serta disaksikan Anggota KPU Betty Epsilon Idroos.
Menurut Hasyim, kerja sama dengan TikTok dalam rangka memperkuat sosialisasi partisipasi masyarakat untuk Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 nanti.
KPU melihat audiens TikTok lebih dari 50 persen pemilih muda sehingga, menurut dia menjadi strategis ketika bekerja sama untuk menyebarluaskan perkembangan informasi kepemiluan.
"Pilihan metode, pilihan media menjadi sesuatu strategis, dapat menyampaikan pesan-pesan kepemiluan ke publik karena perhitungannya dikomunikasi," ujar Hasyim dikutip dari laman KPU, Selasa (21/11/2023)
Hasyim pun berharap di internal TikTok memiliki kebijakan tentang fake news, disinformasi, hoaks, fitnah dan menjadi bagian yang mempublikasikan informasi benar.
"Supaya ada filternya, atau kira-kira ada informasi itu potensial menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu disruptif, itu penting menjadi internal policy di TikTok supaya tidak menjadi tuduhan ada platform yang sering digunakan menyebarluaskan informasi yang katakanlah manipulatif, provokatif," tegas Hasyim.