Usung Permakultur, Kebun Luas Ini Tak Bergantung pada PLN
Dwitisya Rizky Desindatika
Jum'at, 09 Juli 2021 - 15:03 WIB
Kebun dengan prinsip permakultur milik Bumi Langit Institute. Foto: Bumi Langit Institut
Berkebun itu bukan sekedar untuk memperoleh kepuasan, hasil yang langsung dinikmati perut sendiri, tetapi juga menerapkan praktik agar selaras dengan alam, seperti tidak banyak memakan energi, hingga minim memproduksi sampah. Kurang lebih Itulah filosofi permakultur yang diusung Bumi Langit Institut.
Berasal dari kata permaculture, kependekan dari permanent agriculture, cara bertanam ini adalah cabang ilmu desain dan teknik ekologis yang memegang prinsip keseimbangan dan berkelanjutan.
Istilah permakultur (permaculture) pertama kali dimunculkan oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1978 , digunakan sebagai sebuah metode pertanian sistematis yang menggunakan sumber daya yang ada disekitar dan menghindari bahan kimia sebisa mungkin.
Dalam permakultur, manusia diajak kembali menemukan cara bertanam yang benar dalam menjalin hubungan baik dengan alam maupun manusia lain.
Praktisi permakultur sekaligus pendiri Bumi Langit Institute, Iskandar Waworuntu, membagi prinsip dan metode pertanian yang diterapkan dalam kawasan perkebunan terpadu miliknya ini.
“Di alam ini kan sebenarnya kita adalah co-creator, orang yang beramal soleh adalah orang yang bersama Allah SWT menggunakan sunnatullah menambah kemanfaatan. Karena hanya manusia yang bisa secara sadar menaman kebaikan,” ungkapnya lewat diskusi online ekslusif bersama Langit 7 melalui aplikasi zoom, pekan lalu.
Menurutnya, permakultur adalah konsep untuk kembali menjalani tatanan hidup yang baik dalam rangka menjadi bagian dari alam dan juga masyarakat. "Permakulturist itu orang yang di dalam lingkungannya, orang yang sadar bagaimana hubungan segala aspek alam dan manusia,"
Berasal dari kata permaculture, kependekan dari permanent agriculture, cara bertanam ini adalah cabang ilmu desain dan teknik ekologis yang memegang prinsip keseimbangan dan berkelanjutan.
Istilah permakultur (permaculture) pertama kali dimunculkan oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1978 , digunakan sebagai sebuah metode pertanian sistematis yang menggunakan sumber daya yang ada disekitar dan menghindari bahan kimia sebisa mungkin.
Dalam permakultur, manusia diajak kembali menemukan cara bertanam yang benar dalam menjalin hubungan baik dengan alam maupun manusia lain.
Praktisi permakultur sekaligus pendiri Bumi Langit Institute, Iskandar Waworuntu, membagi prinsip dan metode pertanian yang diterapkan dalam kawasan perkebunan terpadu miliknya ini.
“Di alam ini kan sebenarnya kita adalah co-creator, orang yang beramal soleh adalah orang yang bersama Allah SWT menggunakan sunnatullah menambah kemanfaatan. Karena hanya manusia yang bisa secara sadar menaman kebaikan,” ungkapnya lewat diskusi online ekslusif bersama Langit 7 melalui aplikasi zoom, pekan lalu.
Menurutnya, permakultur adalah konsep untuk kembali menjalani tatanan hidup yang baik dalam rangka menjadi bagian dari alam dan juga masyarakat. "Permakulturist itu orang yang di dalam lingkungannya, orang yang sadar bagaimana hubungan segala aspek alam dan manusia,"