LANGIT7.ID, Jakarta - Berkebun itu bukan sekedar untuk memperoleh kepuasan, hasil yang langsung dinikmati perut sendiri, tetapi juga menerapkan praktik agar selaras dengan alam, seperti tidak banyak memakan energi, hingga minim memproduksi sampah. Kurang lebih Itulah filosofi permakultur yang diusung Bumi Langit Institut.
Berasal dari kata
permaculture, kependekan dari
permanent agriculture, cara bertanam ini adalah cabang ilmu desain dan teknik ekologis yang memegang prinsip keseimbangan dan berkelanjutan.
Istilah permakultur (permaculture) pertama kali dimunculkan oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1978 , digunakan sebagai sebuah metode pertanian sistematis yang menggunakan sumber daya yang ada disekitar dan menghindari bahan kimia sebisa mungkin.
Dalam permakultur, manusia diajak kembali menemukan cara bertanam yang benar dalam menjalin hubungan baik dengan alam maupun manusia lain.
Praktisi permakultur sekaligus pendiri Bumi Langit Institute, Iskandar Waworuntu, membagi prinsip dan metode pertanian yang diterapkan dalam kawasan perkebunan terpadu miliknya ini.
“Di alam ini kan sebenarnya kita adalah
co-creator, orang yang beramal soleh adalah orang yang bersama Allah SWT menggunakan sunnatullah menambah kemanfaatan. Karena hanya manusia yang bisa secara sadar menaman kebaikan,” ungkapnya lewat diskusi online ekslusif bersama Langit 7 melalui aplikasi zoom, pekan lalu.
Menurutnya, permakultur adalah konsep untuk kembali menjalani tatanan hidup yang baik dalam rangka menjadi bagian dari alam dan juga masyarakat. "Permakulturist itu orang yang di dalam lingkungannya, orang yang sadar bagaimana hubungan segala aspek alam dan manusia,"
Iskandar menambahkan, bahwa dalam permakultur, teknologi tetap berperan dalam membantu alam mempercepat memulihkan diri dan bukan untuk merusak. “Tentu sekarang dalam kehidupan kita jadi lebih kompleks, karena adanya peran teknologi dan sebaginya, tapi permakultur ini bukan berarti ilmu yang membuat kita kembali ke masa lalu, jadi teknologi juga diterima sebagai bagian dari solusi,” tambahnya.
Alasan itu pula Bumi Langit Institute sama sekali tidak menggunakan pasokan listrik dari PLN. Bumi Langit sedari awal memutuskan menggunakan listrik dari sumber yang terbarukan secara berkelanjutan.
"Sampai saat ini kami menggunakan sistem hybrid antara panel surya dan tenaga Diesel, kami berharap dalam waktu dekat bisa sepenuhnya mandiri dan lepas dari penggunaan bahan bakar fosil," ujarnya.
Saat ini sistem energi yang sudah tertata di Bumi Langit adalah energi yang berasal dari kotoran padat hewan dan manusia yang diolah menjadi Bio Gas dalam sebuah tabung pengolahan (digester) berukuran 9 meter kubik.
![Usung Permakultur, Kebun Luas Ini Tak Bergantung pada PLN]()
Dari tabung pengolahan (digester) ini Bumi Langit mendapat sisa lumpur padat yang digunakan untuk pangan ternak cacing. Sementara sisa buangan cair dimanfaatkan untuk membantu mengurai limbah cair rumah tangga.
Pengolahan limbah cair dengan mengunakan bakteri dan mikroba adalah salah satu sistem yang diterapkan di Bumi Langit. Seluruh limbah cair dari dapur, kamar mandi, dan lainnya diproses menjadi sumber air yang pada akhirnya bermanfaat bagi kolam-kolam dan kebun-kebun dalam fasilitas
Permakultur Skala Rumah Tangga
![Usung Permakultur, Kebun Luas Ini Tak Bergantung pada PLN]()
Konsep permakultur bisa digunakan tidak hanya untuk merancang lanskap kebun dan tanaman, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana memulainya dari rumah?
Titik penting yakni produksi bibit. Pembenihan ini krusial agar berdaya dan tidak bergantung dari bibit dijual di luaran, yang kerap sudah mengalami modifikasi genetika.
Ada sejumlah tumbuhan yang dianjurkan karena kemampuannya mencegah atau melawan hama. Misalnya sebelum menanam cabai, lebih baik menanam kunyit karena di akarnya ada patogen untuk melawan hama cabai.
Contoh lain, pisang bisa menyimpan air, sehingga saat kering melepaskan air untuk tanaman lain. Cocok jadi bagian dari kebun dengan jumlah yang tepat. Jika area kebun terlalu panas, perlu satu dua pohon peneduh.
Hal menarik dari permakultur adalah desain kebun. Biasanya tampilannya terlihat melengkung atau membuat pola media tanam tertentu. Penting untuk melakukan rotasi tanah dibolak balik dan tampilan tak lurus, mengikuti pola alam.
Intinya yakni komitmen menjalani keberlangsungan dengan menanam sendiri buah-buahan dan sayuran. Memberdayakan masyarakat sekitar juga termasuk dari komitmen tersebut.
Foto-foto: Bumi Langit Institut(arp)