LANGIT7.ID, Jakarta - Aktivitas
berkebun dinilai dapat membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis pada populasi orang dewasa. Hal ini, berdasarkan hasil temuan sebuah studi jurnal The Lancet Planetary baru-baru ini.
Penulis senior Departement of Environmental Studies CU Boulder, Jill Litt mengungkapkan intervensi komunitas berbasis alam seperti berkebun dapat mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain itu, Jill Litt juga menyebut terkait kronis yang dapat dimodifikasi, termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan pemutusan hubungan sosial.
Baca juga: Tak Hanya Jadi Tren Gaya Hidup, Bersepeda Simpan 3 Manfaat Utama"Dalam percobaan pertama secara acak dan terkontrol, para peneliti menemukan mereka yang terlibat aktivitas itu akan memakan lebih banyak serat dan melakukan lebih banyak latihan fisik," katanya melansir Medical Xpress, Rabu (18/1/2023).
Tak hanya itu, menurut Jill tingkat stres dan kecemasan mereka yang terlibat pada aktivitas berkeun itu, juga menurun secara signifikan.Untuk keperluan penelitian, tim menyaring 493 orang dewasa antara 1 Januari 2017 dan 15 Juni 2019.
"Dari angka tersebut, sebanyak 291 partisipan menyelesaikan pengukuran awal dan secara acak ditugaskan ke dua kelompok yakni intervensi dan kontrol," ujarnya.
Kelompok intervensi ditugaskan untuk melakukan berkebun komunitas, sementara kelompok kontrol harus menunggu satu tahun untuk mulai berkebun.
Semua peserta memakai monitor aktivitas selama penelitian, rutin menjalani pengukuran tubuh serta melakukan survei berkala tentang asupan gizi dan kesehatan mental mereka.
Setelah menganalisis data, tim melaporkan bahwa
berkebun komunitas memberikan solusi berbasis alam, untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi faktor risiko kanker dan penyakit kronis lainnya pada orang dewasa.
Baca juga: Mengenal Manfaat Dance Sport, Sehatkan Fisik Juga Mental"Temuan ini memberikan bukti nyata bahwa berkebun komunitas dapat memainkan peran penting dalam mencegah kanker, penyakit kronis, dan gangguan kesehatan mental," ungkapnya.
Jill Litt juga mengatakan, kemana pun seseorang pergi, orang-orang mengatakan ada sesuatu tentang berkebun yang membuat mereka merasa lebih baik.
Litt berharap profesional kesehatan, pembuat kebijakan, dan perencana lahan akan melihat temuan studi ini serta mempertimbangkan untuk membuat taman komunitas.
"Selain itu, membuat ruang lain yang mendorong lebih banyak orang untuk berkumpul dan menikmati alam bersama," harapnya.
(sof)