Jadi Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Ketua MUI: Islamofobia Itu Krisis Global
Tim langit 7
Jum'at, 01 Desember 2023 - 11:00 WIB
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Sosial Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Sosial Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pada pengukuhan tersebut, Prof Sudarnoto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Krisis Global: Kajian Sejarah dan Karakteristik Islamofobia”.
Menurutnya, Islamofobia kerap kali merusak hubungan antar agama maupun diplomasi negara. Dia menyimpulkan bahwa Islamofobia adalah krisis global.
“Disebut krisis global karena Islamofobia mendorong diskriminasi, permusuhan, tindakan, pengucilan, kekerasan, genosida yang terjadi di banyak wilayah negara dan bahkan berpotensi kuat merusak hubungan antaragama dan diplomasi beberapa negara,” ungkap Sudarnoto.
Baca juga:KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Syariah dari BI
Dia melihat, Islamofobia memiliki daya rusak yang serius. Tidak mengherankan bila kemudian PBB menyepakati 15 Maret sebagai hari memerangi Islamofobia.
“Sentimen agama yang berkombinasi dengan sentimen kultural politik semakin memperkuat islamofobia, isu ini mengalami transformasi karena digerakkan oleh negara maupun lembaga dengan sistemik dan ekstensif, ” ungkapnya.
Pada pengukuhan tersebut, Prof Sudarnoto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Krisis Global: Kajian Sejarah dan Karakteristik Islamofobia”.
Menurutnya, Islamofobia kerap kali merusak hubungan antar agama maupun diplomasi negara. Dia menyimpulkan bahwa Islamofobia adalah krisis global.
“Disebut krisis global karena Islamofobia mendorong diskriminasi, permusuhan, tindakan, pengucilan, kekerasan, genosida yang terjadi di banyak wilayah negara dan bahkan berpotensi kuat merusak hubungan antaragama dan diplomasi beberapa negara,” ungkap Sudarnoto.
Baca juga:KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Syariah dari BI
Dia melihat, Islamofobia memiliki daya rusak yang serius. Tidak mengherankan bila kemudian PBB menyepakati 15 Maret sebagai hari memerangi Islamofobia.
“Sentimen agama yang berkombinasi dengan sentimen kultural politik semakin memperkuat islamofobia, isu ini mengalami transformasi karena digerakkan oleh negara maupun lembaga dengan sistemik dan ekstensif, ” ungkapnya.