Nyamuk Wolbachia Penangkal Aedes Aegypti Jadi Perdebatan, Ini Penjelasan Ahli
Tim langit 7
Jum'at, 08 Desember 2023 - 07:00 WIB
ilustrasi
Nyamuk Aedes aegypti menjadi masalah saat musim hujan tiba. Nyamuk tersebut bisa membawa virus dengue yang berkaitan dengan penyakit demam berdarah.
Pemerintah melakukan upaya menekan angka kejadian demam berdarah dengan menyebarkan nyamuk Wolbachia. Tapi sayang upaya ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K) memberi tanggapan. Menurutnya, penelitian mengenai nyamuk Wolbachia telah melalui perjalanan panjang. “Perjalanan Wolbachia ini sudah berlangsung lama sejak 2011,” ujarnya dikutip Kamis (7/12/2023).
Prof Aryati telah bergabung menjadi bagian dari Tim Ahli Kajian Risiko Wolbachia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2016. Lalu pada 2017, pemerintah mulai melancarkan aksinya yang berjudul Applying Wolbachia to Eliminate Dengue (AWED).
Bahkan analisis soal respon masyarakat terkait hal itu telah terpikirkan sejak lama. “Analisis soal kemungkinan terjadinya perdebatan oleh masyarakat sudah terpikirkan sejak dulu,” katanya.
Baca juga:19 Tips Kesehatan Ala Islam yang Diakui Manfaatnya di Dunia Ilmiah
Meski demikian proses pemantauan terkait hal itu masih tetap berlangsung hingga saat ini. Selain Indonesia, ada negara lain yang telah menggunakan inovasi nyamuk ini seperti Australia, Brazil, Colombia, El Salvador, Sri Lanka, Honduras, Laos, Vietnam, Kiribati, Fiji, Vanuatu, New Caledonia, hingga Meksiko.
Pemerintah melakukan upaya menekan angka kejadian demam berdarah dengan menyebarkan nyamuk Wolbachia. Tapi sayang upaya ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K) memberi tanggapan. Menurutnya, penelitian mengenai nyamuk Wolbachia telah melalui perjalanan panjang. “Perjalanan Wolbachia ini sudah berlangsung lama sejak 2011,” ujarnya dikutip Kamis (7/12/2023).
Prof Aryati telah bergabung menjadi bagian dari Tim Ahli Kajian Risiko Wolbachia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2016. Lalu pada 2017, pemerintah mulai melancarkan aksinya yang berjudul Applying Wolbachia to Eliminate Dengue (AWED).
Bahkan analisis soal respon masyarakat terkait hal itu telah terpikirkan sejak lama. “Analisis soal kemungkinan terjadinya perdebatan oleh masyarakat sudah terpikirkan sejak dulu,” katanya.
Baca juga:19 Tips Kesehatan Ala Islam yang Diakui Manfaatnya di Dunia Ilmiah
Meski demikian proses pemantauan terkait hal itu masih tetap berlangsung hingga saat ini. Selain Indonesia, ada negara lain yang telah menggunakan inovasi nyamuk ini seperti Australia, Brazil, Colombia, El Salvador, Sri Lanka, Honduras, Laos, Vietnam, Kiribati, Fiji, Vanuatu, New Caledonia, hingga Meksiko.