home lifestyle muslim

Tingkat Keparahan Mycoplasma Pneumoniea Lebih Rendah Dibanding Covid-19

Jum'at, 08 Desember 2023 - 22:00 WIB
ilustrasi
Dokter Spesialis Anak di RS Cipto Mangunkusumo dr. Nastiti Kaswandani menekankan bahwa tingkat keparahan dan kematian akibat bakteri Mycoplasma Pneumoniae lebih rendah dibanding fatalitas Covid-19.

“Apabila dibandingkan dengan COVID-19, tingkat keparahan maupun mortalitas (kematian) akibat Mycoplasma pneumoniae cenderung lebih rendah hanya 0,5 sampai 2 persen, itu pun pada mereka dengan komorbiditas,” kata dr. Nastiti.

Ia menjelaskan, gejala pneumonia bakteri mycoplasma cenderung ringan. Sehingga penderita hanya perlu melakukan rawat jalan tanpa harus dirawat di rumah sakit.

“Anaknya cukup baik kondisi klinisnya sehingga masih bisa beraktivitas seperti biasa, makanya sebagian besar kasusnya bisa dilakukan rawat jalan, pemberian obatnya secara minum, dan anaknya bisa sembuh sendiri,” jelas dr Nastiti dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (8/12/2023).

Baca juga:Mycoplasma Pneumoniae Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Tetap Disiplin Prokes

Sementara Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Prof Erlina Burhan menyebut mycoplasma pneumoniae bukanlah penyakit baru. Bakteri mycoplasma yang menyebabkan peradangan akut pada paru ini telah ditemukan sejak 1930-an.

Hanya saja penyakit ini menjadi perhatian dan kewaspadaan dunia lantaran bakteri Mycoplasma diduga telah menyebabkan kenaikan kasus pneumonia di Tiongkok Utara dan Eropa yang mayoritas menyerang anak-anak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 mycoplasma pneumoniae
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya