home global news

Debat Capres, Doa dan Statemen Pembuka

Kamis, 14 Desember 2023 - 11:00 WIB
Tiga capres, Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bergandengan tangan usai debat perdana di KPU, Selasa (12/12/2023).
Imam Shamsi Ali

Presiden Nusantara Foundation

Beberapa hari lalu saya hampir kecewa membaca kutipan berita di media massa jika KPU akan meniadakan debat capres-cawapres. Ternyata kutipan itu tidak sempurna dan kurang akurat. Belakangan saya pahami bahwa KPU hanya merubah formatnya dengan mengurangi porsi debat langsung (direct encounter) di antara calon, khususnya dalam debat antara cawapres.

Membaca itu saya agak legah. Walaupun sesungguhnya saya justeru berharap agar KPU mencari format yang kira-kira akan lebih membuka secara transparan “siapa dan apa” para calon itu. Debat dapat membuka realita “siapa dan apa”para capres yang mencakup ide, pikiran, pemahaman, wawasan, hingga kepada karakter kepribadian. Termasuk di dalamnya kemampuan mengendalikan emosi seraya menata “self confidence”para calon.

Dengan debat juga para konstituen (pemilih) dapat mengukur kepintaran, kedewasaan (bukan umur), dan yang terpenting sisi “tablig” atau kemampuan komunkasi dari masing-masing calon. Sekali lagi, skill komunikasi penting bagi pemimpin karena harus mampu menyampaikan ide-ide, baik kepada rakyat sendiri, terlebih lagi kepada dunia global.

Baca juga:Memahami Makna Rasionalitas dalam Memilih Pemimpin

Intinya saya ingin menekankan bahwa debat ini menjadi penting bagi proses demokrasi yang sehat ke depan. Kita tidak ingin seperti ungkapan lama “membeli ayam dalam karung”. Karenanya ke depan, bukan hanya debat capres-capres. Tapi juga perlu diadakan debat antar caleg di semua lapisan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pilpres 2024 imam shamsi ali debat capres cawapres
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya