Rachmat Gobel Sukses Panen Singkong 30 Kg Per Batang
Tim langit 7
Ahad, 07 Januari 2024 - 03:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel panen singkong di atas lahan demplot seluas 2 hektare.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, melakukan panen singkong di atas lahan demplot seluas 2 hektare.
“Alhamdulillah berhasil. Per satu batang singkong ada yang 30 kilogram. Gorontalo bisa menjadi lumbung pangan nasional untuk Indonesia timur,” katanya, Sabtu (6/1/2024).
Pada 26 Desember 2022, Rachmat Gobel menanam tiga jenis singkong di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Tiga jenis singkong itu merupakan varietas baru bagi petani di Gorontalo. Tiga varietas itu adalah Garuda, Cimanggu, dan Casesa.
Hal ini merupakan bagian dari uji coba tiga varietas tersebut cocok atau tidak di tanah Gorontalo. Untuk membawa bibit ini dari Lampung dan Jawa dibutuhkan biaya Rp 80 juta. Per hektare dibutuhkan 8-10 ribu stek, sehingga untuk dua hektare membutuhkan 16-20 ribu stek.
Uji coba ini melibatkan PT Seruniandal Citramandiri selaku penyedia pupuk dan bibit, pakar pertanian dari Unpad Bandung Prof Dr Tualar Simarmata, Tim Kemandirian Pangan Rachmat Gobel yang dipimpin Prof Dr M Ikbal Bahua, Sofyan Abdullah dari Universitas Gorontalo, dan Pemuda Tani Indonesia.
Baca juga:Rafah Penuh Sesak, Para Pengungsi di Tengah Cuaca Dingin dan Kelaparan
Dalam panen kemarin, hadir pula Pejabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dan dari Masyarakat Singkong Indonesia, Helmi Hasanudin. Pada panen tersebut untuk jenis Garuda per batang ada yang 32 kg, sedangkan untuk jenis Cimanggu dan Casesa sekitar 20-25 kg per batang. Pertanian singkong ini sepenuhnya menggunakan pupuk organik jenis pembenah tanah antasena, decomposer kresna, dan biounggul.
“Alhamdulillah berhasil. Per satu batang singkong ada yang 30 kilogram. Gorontalo bisa menjadi lumbung pangan nasional untuk Indonesia timur,” katanya, Sabtu (6/1/2024).
Pada 26 Desember 2022, Rachmat Gobel menanam tiga jenis singkong di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Tiga jenis singkong itu merupakan varietas baru bagi petani di Gorontalo. Tiga varietas itu adalah Garuda, Cimanggu, dan Casesa.
Hal ini merupakan bagian dari uji coba tiga varietas tersebut cocok atau tidak di tanah Gorontalo. Untuk membawa bibit ini dari Lampung dan Jawa dibutuhkan biaya Rp 80 juta. Per hektare dibutuhkan 8-10 ribu stek, sehingga untuk dua hektare membutuhkan 16-20 ribu stek.
Uji coba ini melibatkan PT Seruniandal Citramandiri selaku penyedia pupuk dan bibit, pakar pertanian dari Unpad Bandung Prof Dr Tualar Simarmata, Tim Kemandirian Pangan Rachmat Gobel yang dipimpin Prof Dr M Ikbal Bahua, Sofyan Abdullah dari Universitas Gorontalo, dan Pemuda Tani Indonesia.
Baca juga:Rafah Penuh Sesak, Para Pengungsi di Tengah Cuaca Dingin dan Kelaparan
Dalam panen kemarin, hadir pula Pejabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dan dari Masyarakat Singkong Indonesia, Helmi Hasanudin. Pada panen tersebut untuk jenis Garuda per batang ada yang 32 kg, sedangkan untuk jenis Cimanggu dan Casesa sekitar 20-25 kg per batang. Pertanian singkong ini sepenuhnya menggunakan pupuk organik jenis pembenah tanah antasena, decomposer kresna, dan biounggul.