Stres Bisa Sebabkan Diabetes, Begini Penjelasan Dosen UM Surabaya
Tim langit 7
Ahad, 21 Januari 2024 - 21:00 WIB
ilustrasi
Setiap orang tidak bisa lepas dari stres. Banyak penyebab stres, karena pekerjaan menumpuk, tugas-tugas dengan deadline, dan adanya masalah keuangan bisa membuat seseorang stres. Stres merupakan reaksi tubuh saat menghadapi tekanan maupun ancaman.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Ira Purnamasari menjelaskan, saat seseorang menghadapi stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin.
“Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, frekuensi pernapasan lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Stres berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan dalam tidur (insomnia), sakit kepala, gelisah, cemas berlebihan, dan tidak dapat berpikir dengan tenang. Jika stres tidak segera diatasi, maka akan mengakibatkan respon negatif pada tubuh,” ujarnya.
Baca juga:Mengapa Polio Berbahaya? Pakar Unair: Tak Punya Antivirus
Dia menyebut, diabates dapat dipicu oleh stres berlebihan. Respon tubuh saat stres adalah mengeluarkan hormon adrenalin secara berlebihan, yang dapat mengubah cadangan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukosa akan menuju aliran darah sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah.
“Dalam kondisi stres, biasanya seseorang akan lebih sering makan, karena hormon kortisol dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi makanan. Hal ini menyebabkan seseorang terkena diabetes akibat kurangnya kemampuan dalam mengontrol diri,”imbuhnya lagi.
Menurutnya, stres yang berlebihan juga mengakibatkan gangguan pada pankreas. Dimana seseorang tahu bahwa insulin yang berfungsi untuk memecah glukosa menjadi energi dihasilkan oleh pankreas. Jika pankreas mengalami gangguan, secara ototmatis produksi insulin akan terhambat.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Ira Purnamasari menjelaskan, saat seseorang menghadapi stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin.
“Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, frekuensi pernapasan lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Stres berlebihan dapat menyebabkan seseorang kesulitan dalam tidur (insomnia), sakit kepala, gelisah, cemas berlebihan, dan tidak dapat berpikir dengan tenang. Jika stres tidak segera diatasi, maka akan mengakibatkan respon negatif pada tubuh,” ujarnya.
Baca juga:Mengapa Polio Berbahaya? Pakar Unair: Tak Punya Antivirus
Dia menyebut, diabates dapat dipicu oleh stres berlebihan. Respon tubuh saat stres adalah mengeluarkan hormon adrenalin secara berlebihan, yang dapat mengubah cadangan glikogen dalam hati menjadi glukosa. Glukosa akan menuju aliran darah sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah.
“Dalam kondisi stres, biasanya seseorang akan lebih sering makan, karena hormon kortisol dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi makanan. Hal ini menyebabkan seseorang terkena diabetes akibat kurangnya kemampuan dalam mengontrol diri,”imbuhnya lagi.
Menurutnya, stres yang berlebihan juga mengakibatkan gangguan pada pankreas. Dimana seseorang tahu bahwa insulin yang berfungsi untuk memecah glukosa menjadi energi dihasilkan oleh pankreas. Jika pankreas mengalami gangguan, secara ototmatis produksi insulin akan terhambat.