Dihujat Netizen, H&M Tarik Iklan Berunsur Pelecehan Seksual pada Anak
Esti setiyowati
Rabu, 24 Januari 2024 - 20:00 WIB
ilustrasi
Raksasa fashion asal Swedia, H&M meminta maaf dan menarik iklan seragam sekolah di Australia. Penarikan dilakukan sebagai kelanjutan dari keluhan pengguna media sosial akan iklan yang dinilai sebagai pelecehan seksual terhadap anak-anak.
"Kami telah menghapus iklan ini," kata juru bicara perusahaan kepada AFP.
“Kami sangat menyesal atas pelanggaran yang ditimbulkan dan kami sedang mempertimbangkan bagaimana kami menyajikan kampanye ke depan.” lanjutnya.
Kampanye yang diluncurkan di Australia itu menampilkan dua remaja putri berseragam sekolah dengan slogan "Make those heads turn in H&M's Back to School fashion".
Mengutip Al Jazeera, langkah menyusul tuduhan pengguna media sosial uang menyebut H&M melakukan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis muda.
Baca juga:Ingin Dengar Capres-Cawapres Ngaji, Kartika Putri: Qadarullah Enam-enamnya Kan Muslim
“Orang tua dari gadis-gadis kecil umumnya memilih untuk tidak 'menoleh' ketika orang lain melihat anak perempuan mereka berjalan ke sekolah, naik bus atau di kelas,” kata penulis Australia, Melinda Tankard Reist dalam sebuah unggahan di X, sebelumnya Twitter.
"Kami telah menghapus iklan ini," kata juru bicara perusahaan kepada AFP.
“Kami sangat menyesal atas pelanggaran yang ditimbulkan dan kami sedang mempertimbangkan bagaimana kami menyajikan kampanye ke depan.” lanjutnya.
Kampanye yang diluncurkan di Australia itu menampilkan dua remaja putri berseragam sekolah dengan slogan "Make those heads turn in H&M's Back to School fashion".
Mengutip Al Jazeera, langkah menyusul tuduhan pengguna media sosial uang menyebut H&M melakukan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis muda.
Baca juga:Ingin Dengar Capres-Cawapres Ngaji, Kartika Putri: Qadarullah Enam-enamnya Kan Muslim
“Orang tua dari gadis-gadis kecil umumnya memilih untuk tidak 'menoleh' ketika orang lain melihat anak perempuan mereka berjalan ke sekolah, naik bus atau di kelas,” kata penulis Australia, Melinda Tankard Reist dalam sebuah unggahan di X, sebelumnya Twitter.