Buku Guyon Maton Karya Abdul Mu’ti, Sampaikan Hal Berat dengan Cara Ringan
Tim langit 7
Kamis, 01 Februari 2024 - 08:00 WIB
Buku Guyon Maton: Lucu Bermutu ala Muhammadiyin karya Sekum Muhammadiyah Abdul Muti dilaunching di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney
Buku "Guyon Maton: Lucu Bermutu ala Muhammadiyin" karya Sekum Muhammadiyah Abdul Mu'ti dilaunching di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney.
Peluncuran buku ini dilakukan saat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersilaturahmi bersama Diaspora Indonesia yang berada di New South Wales, Australia.
Buku ini mendapat apresiasi dari Vedi Kurnia Buana, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia berkedudukan di Sydney.
Menurutnya, humor merupakan sesuatu yang sangat perlu. Jika menyampaikan sesuatu dengan nada yang baik bahkan dengan nada yang bercanda itu dapat diterima tanpa rasa sakit hati walaupun mungkin yang disampaikan itu sesuatu hal serius.
“Saya kira hal-hal yang bersifat menurunkan tensi juga sangat perlu, jadi pas sekali ini peluncuran buku Prof Mu’ti ini untuk menurunkan tensi, jadi kalau mau berdebat guyon ala maton aja lah, jadi nggak ada ribut-ribut,” ujarnya.
Baca juga:Definisikan Ulang Peran Agama Hadapi Krisis Global, Ratusan Akademisi Internasional Kumpul
Vedi tidak menampik adanya perbedaan-perbedaan yang sangatlah wajar, dinamika pasti ada, tapi Vedi melihat di Sydney semua masih dalam batas-batas toleransi, dialog kebangsaan masih sangat baik.
Peluncuran buku ini dilakukan saat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersilaturahmi bersama Diaspora Indonesia yang berada di New South Wales, Australia.
Buku ini mendapat apresiasi dari Vedi Kurnia Buana, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk New South Wales, Queensland, dan South Australia berkedudukan di Sydney.
Menurutnya, humor merupakan sesuatu yang sangat perlu. Jika menyampaikan sesuatu dengan nada yang baik bahkan dengan nada yang bercanda itu dapat diterima tanpa rasa sakit hati walaupun mungkin yang disampaikan itu sesuatu hal serius.
“Saya kira hal-hal yang bersifat menurunkan tensi juga sangat perlu, jadi pas sekali ini peluncuran buku Prof Mu’ti ini untuk menurunkan tensi, jadi kalau mau berdebat guyon ala maton aja lah, jadi nggak ada ribut-ribut,” ujarnya.
Baca juga:Definisikan Ulang Peran Agama Hadapi Krisis Global, Ratusan Akademisi Internasional Kumpul
Vedi tidak menampik adanya perbedaan-perbedaan yang sangatlah wajar, dinamika pasti ada, tapi Vedi melihat di Sydney semua masih dalam batas-batas toleransi, dialog kebangsaan masih sangat baik.