Berjuang dari Nol, Guru SD Ini Sukses Budi Daya Lobster Air Tawar
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 03 September 2021 - 17:59 WIB
Ilustrasi budidaya losbter air tawar
Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Itulah yang menjadi prinsip seorang muslim asal Bekasi ini dalam menjalankan usahanya sebagai pembudi daya lobster air tawar.
Ialah Zainul Arifin, seseorang yang mengabdikan dirinya sebagai Guru SD di Rawalumbu, Bekasi, sekaligus merintis usaha sejak 2003. Zainul memang memiliki ketertarikan di dunia hewan air sejak lama. Sebelum merintis budi daya lobster air tawar, ia mengawali usaha dengan memelihara ikan hias.
“Memang sebelum 2003, saya sudah punya hobi untuk pelihara hewan air, seperti ikan hias dan pada 2002 kebetulan ada penyuluhan lobster air tawar di tempat kami Rawalumbu, yang membuat saya tertarik” jelasnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga:Bertahan di Tengah Pandemi dengan Budidaya Kucing
Setelah mendapatkan informasi tentang lobster air yang terbilang masih terbatas, Zainul memutuskan untuk memulai budidaya hewan bercapit ini. Ternyata, seketika merintis budi daya tersebut, Zainul menemukan proses dan pemasaran lobster air tawar relatif lebih mudah dibandingkan dengan ikan hias.
Sebab, lanjut Zainul, pasar ikan hias rentan akan ketidakstabilan harga di pasar. Sehingga ia lebih cenderung memfokuskan diri sebagai pembudidaya lobster air tawar.
Awal mula Zainul mengembangkan budi daya lobster air tawar dimulai dari pembelian indukan secara satuan, hingga terkumpul enam ekor, di antaranya empat indukan betina dan sisanya indukan jantan. Ia memelihara lobsternya di dalam akuarium dengan ukuran 60x150 sentimeter.
Ialah Zainul Arifin, seseorang yang mengabdikan dirinya sebagai Guru SD di Rawalumbu, Bekasi, sekaligus merintis usaha sejak 2003. Zainul memang memiliki ketertarikan di dunia hewan air sejak lama. Sebelum merintis budi daya lobster air tawar, ia mengawali usaha dengan memelihara ikan hias.
“Memang sebelum 2003, saya sudah punya hobi untuk pelihara hewan air, seperti ikan hias dan pada 2002 kebetulan ada penyuluhan lobster air tawar di tempat kami Rawalumbu, yang membuat saya tertarik” jelasnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga:Bertahan di Tengah Pandemi dengan Budidaya Kucing
Setelah mendapatkan informasi tentang lobster air yang terbilang masih terbatas, Zainul memutuskan untuk memulai budidaya hewan bercapit ini. Ternyata, seketika merintis budi daya tersebut, Zainul menemukan proses dan pemasaran lobster air tawar relatif lebih mudah dibandingkan dengan ikan hias.
Sebab, lanjut Zainul, pasar ikan hias rentan akan ketidakstabilan harga di pasar. Sehingga ia lebih cenderung memfokuskan diri sebagai pembudidaya lobster air tawar.
Awal mula Zainul mengembangkan budi daya lobster air tawar dimulai dari pembelian indukan secara satuan, hingga terkumpul enam ekor, di antaranya empat indukan betina dan sisanya indukan jantan. Ia memelihara lobsternya di dalam akuarium dengan ukuran 60x150 sentimeter.