Prabowo akan Buka 300 Fakultas Kedokteran, Bagaimana Mekanismenya?
Tim langit 7
Selasa, 20 Februari 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Visi-misi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen menambah jumlah fakultas kedokteran (FK) hingga 300 selama lima tahun ke depan
Hal itu dilakukan untuk menambah jumlah tenaga dokter agar bisa memberikan layanan kesehatan yang baik untuk masyarakat.
Namun tidaklah semudah itu untuk mewujudkannya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Mohammad Nuh mengatakan hal itu tidaklah mudah.
“Kalau memperbesar dengan membuka FK besar-besaran itu bahaya. Karena obyek utama dari dokter itu adalah manusia. Kalau obyeknya manusia maka harus hati-hati karena nanti bisa mengarah ke malapraktik,” kata Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) itu saat pembukaan Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Unusa, Jumat (16/2/2024).
Prof Nuh menyarankan untuk melakukan dua hal yakni ekstensifikasi (memperluas FK) dan intensifikasi (meningkatkan yang sudah ada) dengan tetap berbasis pada kualitas. “Kualitas tidak bisa ditawar demi memenuhi kebutuhan,” tandasnya.
Baca juga:Momen Haru di UGM, Anak Penjual Gula Jawa Berhasil Raih Gelar Profesor
Prof Nuh menjelaskan intensifikasi bisa dilakukan dengan meningkatkan kapasitas FK eksisting. Karena banyak FK eksisting namun memiliki kompetensi yang terbatas. “Ada penguatan kapasitas FK eksisting,” tuturnya.
Hal itu dilakukan untuk menambah jumlah tenaga dokter agar bisa memberikan layanan kesehatan yang baik untuk masyarakat.
Namun tidaklah semudah itu untuk mewujudkannya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Mohammad Nuh mengatakan hal itu tidaklah mudah.
“Kalau memperbesar dengan membuka FK besar-besaran itu bahaya. Karena obyek utama dari dokter itu adalah manusia. Kalau obyeknya manusia maka harus hati-hati karena nanti bisa mengarah ke malapraktik,” kata Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) itu saat pembukaan Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) di Unusa, Jumat (16/2/2024).
Prof Nuh menyarankan untuk melakukan dua hal yakni ekstensifikasi (memperluas FK) dan intensifikasi (meningkatkan yang sudah ada) dengan tetap berbasis pada kualitas. “Kualitas tidak bisa ditawar demi memenuhi kebutuhan,” tandasnya.
Baca juga:Momen Haru di UGM, Anak Penjual Gula Jawa Berhasil Raih Gelar Profesor
Prof Nuh menjelaskan intensifikasi bisa dilakukan dengan meningkatkan kapasitas FK eksisting. Karena banyak FK eksisting namun memiliki kompetensi yang terbatas. “Ada penguatan kapasitas FK eksisting,” tuturnya.