Sambut Ramadhan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T
Tim langit 7
Kamis, 29 Februari 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Kementerian Agama (Kemenag) kembali meluncurkan program dai (pendakwah) 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Ada 500 dai dan daiyah yang akan dikirim untuk berdakwah selama Ramadhan 1445 H/2024 M.
“Saya mengapresiasi tekad dan dedikasi para Dai/Daiyah untuk menyampaikan syiar Islam di wilayah 3T. Tugas mulia ini membutuhkan keberanian, ketekunan, serta kegigihan,” papar Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuk, Rabu (28/2/2024).
Pelepasan ini digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Direktorat Penerangan Agama Islam. Hadir, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Direktur Penais, Ahmad Zayadi, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, dan seluruh Dai-Daiyah secara daring dan luring.
Baca juga:Daftar Wilayah di Dunia dengan Waktu Puasa Terlama dan Terpendek di Ramadhan 2024
Wamenag berpesan kepada para Dai dan Daiyah agar menyampaikan dakwah rahmatan lil 'alamin, santun, dan menyejukkan. Wamenag juga meminta Dai dan Daiyah untuk menguatkan rajutan perbedaan dalam harmoni kebinekaan.
“Jadilah Dai-Daiyah pelopor yang menjaga pilar bangsa Indonesia. Kebinekaan adalah sunnatullah dan anugerah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri dan rawat bersama,” pesannya.
“Saya mengapresiasi tekad dan dedikasi para Dai/Daiyah untuk menyampaikan syiar Islam di wilayah 3T. Tugas mulia ini membutuhkan keberanian, ketekunan, serta kegigihan,” papar Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuk, Rabu (28/2/2024).
Pelepasan ini digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Direktorat Penerangan Agama Islam. Hadir, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Direktur Penais, Ahmad Zayadi, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, dan seluruh Dai-Daiyah secara daring dan luring.
Baca juga:Daftar Wilayah di Dunia dengan Waktu Puasa Terlama dan Terpendek di Ramadhan 2024
Wamenag berpesan kepada para Dai dan Daiyah agar menyampaikan dakwah rahmatan lil 'alamin, santun, dan menyejukkan. Wamenag juga meminta Dai dan Daiyah untuk menguatkan rajutan perbedaan dalam harmoni kebinekaan.
“Jadilah Dai-Daiyah pelopor yang menjaga pilar bangsa Indonesia. Kebinekaan adalah sunnatullah dan anugerah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri dan rawat bersama,” pesannya.