home edukasi & pesantren

Generasi Z Rentan Gangguan Mental, Lingkungan Pendidikan Diharap Lebih Peka

Jum'at, 08 Maret 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Data terbaru mengungkap satu dari tiga anak mengalami gangguan mental, terutama depresi dan kecemasan. Elli Nur Hayati dari Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengungkapnya dalam Seminar Internasional di Universitas Muhammadiyah Bandung, Kamis (7/3).

Elli mengatakan, masalah gangguan mental pada anak bukan hanya tanggungjawab anak itu sendiri, melainkan melibatkan tingkat yang lebih tinggi, seperti keluarga, warga komunitas dan lingkungan. Elli menyoroti bahwa keluarga, warga komunitas dan lingkungan dapat menjadi faktor risiko sekaligus faktor protektif.

Faktor risiko melibatkan masalah seperti bullying, pengalaman traumatik, dan kekerasan domestik. Di sisi lain, faktor protektif mencakup dukungan, perhatian, penggunaan smartphone yang tidak bermasalah, respons yang sensitif, perawatan kesehatan, dan deteksi dini gangguan mental.

Baca juga:Psikolog Pendidikan: Peran Orang Dewasa Penting Cegah Perundungan Anak

Pentingnya memperkuat faktor protektif sangat ditekankan, karena pengalaman masa kecil dianggap sebagai penentu seberapa kuat mental seorang anak. Sosialisasi juga dianggap sebagai langkah kunci, termasuk kesadaran bahwa diagnosis gangguan mental sebaiknya dilakukan oleh para ahli.

Dalam konteks pendidikan, Elli menekankan perlunya kepekaan sekolah terhadap gangguan mental pada siswa, sehingga dapat memberikan dukungan dan bantuan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak-anak di lingkungan pendidikan.

Selain itu, ditekankan pula perlunya memperkuat peran keluarga sebagai dasar pembentukan fondasi mental, fisik, dan spiritual seseorang. Hal ini menjadi krusial dalam mendukung kesejahteraan anak-anak dalam menghadapi tantangan mental. Regulasi yang lebih ketat perlu diterapkan dalam penggunaan gadget dan media sosial, mengingat dampaknya terhadap kesehatan mental anak-anak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
genzi gangguan jiwa lingkungan sekolah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya