Bergairah, Index Manajer Pembelian Manufaktur Perlahan Naik
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 04 September 2021 - 22:27 WIB
Ilustrasi geliat kebangkitan manufaktur Indonesia. Foto: Langit7.id/iStock
Indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali naik pada Agustus 2021 menjadi 43,7. Kondisi tersebut membaik setelah anjlok selama dua bulan berturut-turut, yakni Juni dan Juli 2021.
PMI manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Juni 2021 yang angkanya 53,5 atau turun dibandingkan Mei 2021 yakni 55,3. Penurunan kembali terjadi pada Juli 2021 di mana PMI manufaktur anjlok ke angka 40,1.
Baca Juga:Youtuber Muslimah Woro Widowati Tetap Produktif di Era Pandemi
Menanggapi hasil survei terkini, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, sektor manufaktur Indonesia terus terdampak gelombang kedua Covid-19 pada Agustus. Tingkat terparah berdasarkan survei PMI terkini dari IHS Markit.
"Dengan gelombang kedua Covid-19 yang memuncak, penurunan dalam produksi dan permintaan perlahan mereda dari tingkat parah yang terlihat pada Juli," demikian tertulis dalam keterangan resmi IHS Markit, Sabtu (4/9/2021).
Namun demikian perusahaan manufaktur disebut tetap waspada dengan pembelian dan ketenagakerjaan mereka. Gangguan seputar produksi juga membuat penumpukan pekerjaan tertahan dan menyebabkan tekanan harga pada bulan Agustus.
PMI manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Juni 2021 yang angkanya 53,5 atau turun dibandingkan Mei 2021 yakni 55,3. Penurunan kembali terjadi pada Juli 2021 di mana PMI manufaktur anjlok ke angka 40,1.
Baca Juga:Youtuber Muslimah Woro Widowati Tetap Produktif di Era Pandemi
Menanggapi hasil survei terkini, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, sektor manufaktur Indonesia terus terdampak gelombang kedua Covid-19 pada Agustus. Tingkat terparah berdasarkan survei PMI terkini dari IHS Markit.
"Dengan gelombang kedua Covid-19 yang memuncak, penurunan dalam produksi dan permintaan perlahan mereda dari tingkat parah yang terlihat pada Juli," demikian tertulis dalam keterangan resmi IHS Markit, Sabtu (4/9/2021).
Namun demikian perusahaan manufaktur disebut tetap waspada dengan pembelian dan ketenagakerjaan mereka. Gangguan seputar produksi juga membuat penumpukan pekerjaan tertahan dan menyebabkan tekanan harga pada bulan Agustus.