LANGIT7.ID, Jakarta - Indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali naik pada Agustus 2021 menjadi 43,7. Kondisi tersebut membaik setelah anjlok selama dua bulan berturut-turut, yakni Juni dan Juli 2021.
PMI manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Juni 2021 yang angkanya 53,5 atau turun dibandingkan Mei 2021 yakni 55,3. Penurunan kembali terjadi pada Juli 2021 di mana PMI manufaktur anjlok ke angka 40,1.
Baca Juga: Youtuber Muslimah Woro Widowati Tetap Produktif di Era PandemiMenanggapi hasil survei terkini, Direktur Asosiasi Ekonomi di IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, sektor manufaktur Indonesia terus terdampak gelombang kedua Covid-19 pada Agustus. Tingkat terparah berdasarkan survei PMI terkini dari IHS Markit.
"Dengan gelombang kedua Covid-19 yang memuncak, penurunan dalam produksi dan permintaan perlahan mereda dari tingkat parah yang terlihat pada Juli," demikian tertulis dalam keterangan resmi IHS Markit, Sabtu (4/9/2021).
Namun demikian perusahaan manufaktur disebut tetap waspada dengan pembelian dan ketenagakerjaan mereka. Gangguan seputar produksi juga membuat penumpukan pekerjaan tertahan dan menyebabkan tekanan harga pada bulan Agustus.
Baca Juga: Ekonomi Digital, Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19 Sebabkan Kesenjangan Sosial"Namun kabar baiknya, semua tampak membaik dari bulan Juli sejalan dengan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia. Hal ini terlihat dari berkurangnya tingkat penurunan permintaan dan output dibandingkan Juli," kata Jingyi.
Menurutnya, gangguan rantai pasokan akibat Covid-19 masih terjadi pada Agustus. Saat itu perusahaan mencatat penurunan performa pemasok dan peningkatan tekanan harga berkelanjutan.
"Pada saat yang sama, kita telah melihat kepercayaan bisnis di antara perusahaan Indonesia menurun dari Juli, meskipun gelombang Covid-19 mereda," ungkapnya.
Dia menambahkan, akuisisi inventaris pra-produksi dan kondisi ketenagakerjaan juga menurun. Selanjutnya, penting untuk melihat sub-indeks membaik menandai awal pemulihan dari dampak gelombang Covid-19 terkini untuk sektor manufaktur Indonesia. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Serambi Halal BBIHP, Wadah Edukasi Konsep Halal dari Kemenperin
Berjuang dari Nol, Guru SD Ini Sukses Budi Daya Lobster Air Tawar(asf)